Berita Pendidikan Surabaya

Kemendagri Batalkan Perda Pendidikan di Surabaya, Dana BOPDA Terancam Hilang

#SURABAYA - Pembatalan Perda tidak secara otomatis menjadikan Perda itu tidak berlaku.

surya/ahmad zaimul haq
ILUSTRASI - Pendidikan di Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pembatalan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 16 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pendidikan di Surabaya oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membuat program Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPDA) terancam hilang

Anggota Dewan Pendidikan Surabaya, Didik Yudhi Ranu Prasetyo, mengaku belum mengetahui pasti bentuk pembatalan ini.

Pembatalan bersifat terbatas atau seluruhnya. Namun, menurutnya yang terpenting ialah langkah penyelamatan dari program-program yang ada di dalam Perda pendidikan.

“Dalam Perda itu mengatur seluruh proses pendidikan di Surabaya. Termasuk pendidikan gratis,” ungkapnya ketika dikonfirmasi SURYA.co.id, Minggu (26/6/2016).

Didik menjelaskan, pembatalan Perda tidak secara otomatis menjadikan Perda itu tidak berlaku. Sebab, harus menunggu Perda baru muncul sebagai landasan proses pendidikan di Surabaya.

Terlebih untuk membuat perda baru membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

“Ada proses politik yang cukup lama dan membutuhkan aturan baru untuk menggantikan program lama. Pastinya akan mengarah ke pendidikan gratis yang selama ini ada di Surabaya,” terangnya.

Didik memastikan penghapusan Perda ini tidak berhubungan dengan Undang-Undang 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

Sebab, sejauh ini proses gugatan telah berlangsung dan tinggal menunggu putusan dari Mahkamah Konstitusi (MK).

“Kami tinggal menunggu putusan saja (penghapusan perda). Seharusnya dua pekan setelah sidang terakhir pada 16 Juni lalu,” jelasnya.

Halaman
123
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved