Pelukis Tedja Meninggal Setelah Dua Malam Dirawat di Rumah Sakit, Inilah Kata Terahirnya
Tedja Suminar seakan sudah merasa dirinya akan meninggal. Karena selama perjalanan dia sempat menyatakan ikhlas jika memang dia harus meninggal.
Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Achmad Pramudito
SURYA.co.id | SURABAYA - Surabaya kehilangan tokoh seniman besarnya. The Tiong Tien atau yang lebih dikenal dengan nama Tedja Suminar meninggal dunia pukul 05.49, Jumat (24/6). Pelukis yang selalu memakai topi khas ini meninggal setelah dua malam menjalani perawatan di Rumah Sakit RKZ Surabaya.
“Papi kami bawa ke rumah sakit karena ada keluhan tidak bisa menelan. Ada gangguan di tenggorokannya,” kata Natalini Widhiasi, putri Tedja Suminar.
Tedja Suminar seakan sudah merasa dirinya akan meninggal. Karena selama perjalanan dia sempat menyatakan ikhlas jika memang dia harus meninggal.
“Yang pasti papi tak ingin sakit dan berlama-lama di rumah sakit. Ternyata keinginan itu terpenuhi. Hanya dua malam dirawat Beliau akhirnya meninggalkan kita semua,” ungkap wanita yang meneruskan jejak sang ayah sebagai pelukis.
Menurut Lini, Kamis (23/6) beberapa jam sebelum meninggal ayahnya yang ketika itu dijaga oleh Theresia Swandayani, putri sulungnya, sempat tersadar dar tidurnya. “Mata papi terbuka lebar dan menatap ke atas seperti sedang mengamati sesuatu,” papar Lini.
Ketika Swandayani menanyakan apa yang sedang dilihat oleh ayahnya, dengan ucapan yang sudah cadel menjawab dengan suara perlahan,”Keindahan…..Ada keindahan.”
Itulah kata terakhir yang diucapkan Tedja sebelum dini hari itu akhirnya menghadap Sang Pencipta. “Meski secara fisik Papi sudah tiada. Namun, semangatnya selalu ada bersama kami,” imbuh Lini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/tedja-suminar_20160625_100155.jpg)