Ekonomi Bisnis

Bukukan Laba Rp 477 Miliar, Mantan Dirut Mundur dari Komisaris Bank Jatim

Posisinya digantikan oleh Rudi Purwono, akademisi Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga (Unair).

Bukukan Laba Rp 477 Miliar, Mantan Dirut Mundur dari Komisaris Bank Jatim
surya/sugiharto
Dari kiri, Komisaris Independen, rudi purwono,komisaris utama,heru santoso;R.Soeroso Dirut; Corsec Ferdian Timur S;Sulam Andjar R. Pjs.Pimdiv Perencanaan Strategis berdialog saat usai RUPSLB di Kantor Bank Jatim Surabaya, Jumat (24/6/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Hadi Sukrianto, Komisaris Bank Jatim mengundurkan diri. Padahal sepanjang 2015, BUMD milik Pemprov Jatim membukukan laba bersih hingga Rp 477,21 miliar.

Posisinya digantikan oleh Rudi Purwono, akademisi Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga (Unair).

Pengunduran diri Hadi disetujui dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPLS) Bank Jatim, Jumat (24/6/2016).

Sebelum menjadi Komisaris Perseroan, Hadi Sukrianto merupakan Direktur Utama Bank Jatim. Dia pensiun per bulan Juni 2015 lalu. Ini berarti, jabatan komisaris yang dipegang Hadi hanya bertahan setahun saja.

Direktur Utama Bank Jatim Soeroso mengatakan, permohonan pengunduran diri Hadi Sukrianto dari Anggota Dewan Komisaris sudah mendapat persetujuan dalam RUPSLB.

Sebagai gantinya, Rudi Purwono diangkat sebagai Komisaris Independen menggantikan Hadi.

Selain Akademis Fakultas Ekonomi Unair, Rudi juga merupakan Staf Ahli Menteri Keuangan RI.

"Pengangkat Pak Rudi Purwono menggantikan Pak Hadi Sukrianto sudah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," ujarnya.

Kepada wartawan, Komisaris Independen Bank Jatim Rudi Purwono menyatakan bergabungnya dia dengan Bank Jatim merupakan bagian dari integrasi keputusan direksi dan komisaris.

"Makanya saya akan menjalankan tugas ini dengan baik," ucapnya.

Rudi juga berjanji akan mendorong agar Bank Jatim terus bisa tumbuh disaat melambatnya perekonomian saat ini.

"Untuk itu, sektor riil harus digerakkan," tegasnya.

Sementara itu, dari sisi kinerja, aset Bank Jatim per Mei 2016 naik 10,70 persen dibanding tahun lalu menjadi Rp 52,69 triliun. Kredit yang disalurkan mencapai Rp 29,13 triliun, atau naik 5,85 persen dibanding tahun sebelumnya.

Untuk laba, Soeroso menyebut laba sebelum pajak mencapai Rp 675,16 miliar atau naik 13,02 persen dibanding tahun lalu.

"Kalau laba bersih, sebesar Rp 477,21 miliar. Naik 13,50 persen dibanding tahun lalu," tegasnya.

Penulis: Mujib Anwar
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved