Mancanegara

Sewa PSK Dua Jam, PNS di Jepang Dipotong Gajinya Selama Tiga Bulan

"Benar-benar memalukan PNS tersebut, mau nyumbang sesuatu ke Kumamoto malahan main PSK di Kumamoto. Jangan-jangan uang sumbangan buat Kumamoto dipakai

Editor: Musahadah
tribunnews.com
Kantor Wali Kota Takeo Perfektur Saga 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

SURYA.co.id | TOKYO - Sikap tegas ditunjukkan Wali Kota Takeo, Jepang, Tadashi Komatsu terhadap stafnya yang berbuat asusila.

Belum lama ini dia memberi sanksi terhadap seorang pegawai negeri sipil Perfektur Saga setelah ketahuan memakai mobil dinas parkir di depan Love Hotel (hotel tempat pacaran) dan memanggil PSK selama dua jam.

Gaji sang PNS dipotong selama tiga bulan.

"Kami telah menyelidiki kasus PNS tersebut dan minta maaf kepada semua anggota masyarakat atas kejadian tersebut serta akan mengambil tindakan tegas terhadapnya," kata Wali Kota Takeo Tadashi Komatsu belum lama ini kepada pers.

Pada awalnya sang PNS yang berusia sekitar 30 tahun tersebut ingin memberikan sumbangan kepada korban gempa bumi Kumamoto antara 2 hingga 9 Mei 2016.

Tanggal 6 Mei 2016 sekitar pukul 18.30 dia mampir ke sebuah Love Hotel untuk istirahat sebentar dan memanggil wanita PSK selama dua jam.

Mobil dinas tersebut ketahuan masyarakat sekitar yang kemudian mencatatnya dan melaporkan ke kantor wali kota Takeo.

Sekembalinya dari Kumamoto, keesokan harinya, 10 Mei 2016 masyarakat menelepon kantor wali kota melaporkan hal tersebut.

Wali kota langsung memerintahkan mengusut segera dan menemukan sang pelaku yang langsung mengakui hal tersebut.

"Saya stres berat kerja, mau istirahat sejenak sebenarnya," kata sang PNS kepada pimpinannya.

Akibat kejadian tersebut bukan hanya sang wali kota menggelar jumpa pers akhir Mei lalu, gaji PNS itu juga dipotong 10 persen selama tiga bulan akibat perbuatannya tersebut.

"Benar-benar memalukan PNS tersebut, mau nyumbang sesuatu ke Kumamoto malahan main PSK di Kumamoto. Jangan-jangan uang sumbangan buat Kumamoto dipakai untuk PSK itu pula," kata seorang warga Kumamoto yang melihat mobil parkir di daerah Higashiku Kumamoto tanggal 6 Mei lalu.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved