Lelang 4 Jam di PIA Jemundo Hasilkan Transaksi Rp 12 Miliar

#SURABAYA - Hanya dalam waktu empat jam saja, mulai pukul 09.00 - 13.00, lelang menghasilkan transaksi sebesar Rp 12 miliar.

Lelang 4 Jam di PIA Jemundo Hasilkan Transaksi Rp 12 Miliar
pixabay
ILUSTRASI - Cengkih atau sering dilafalkan sebagai cengkeh. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Komoditas asal Jatim menjadi buruan para pedagang dari luar pulau atau provinsi lain di Indonesia.

Ini terlihat dari hasil lelang komoditas yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim di Pasar Induk Agrobis (PIA) Jemundo, Sidoarjo, pertengahan bulan Ramadan ini.

Hanya dalam waktu empat jam saja, mulai pukul 09.00 - 13.00, lelang menghasilkan transaksi sebesar Rp 12 miliar.

Panitia Pasar Lelang Komoditas Disperindag Jatim Khanafi mengatakan, lelang pada pertengahan Ramadan ini merupakan lelang keenam yang digelar sepanjang tahun 2016 ini. Pesertanya adalah penjual besar dari berbagai daerah di Jatim dan pembeli dari luar provinsi.

"Total peserta lelang ada 200 orang," ujarnya, Selasa (21/6/2016).

Untuk pembeli, banyak di antara mereka pedagang besar dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Kalimantan, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Rata-rata mencari komoditas untuk kebutuhan Ramadan dan menyambut Lebaran yang banyak melimpah di sini," jelasnya.

Komoditas tersebut, kata Khanafi, antara lain telur, bawang merah, beras, jagung, sayur, buah, dan aneka rempah-rempah.

Dari berbagai komoditas tersebut, ternyata yang paling diminati adalah penjualan cengkih, jagung, gaplek, bawang merah, dan onggok atau penyubur tanaman. Setelah itu, baru komoditas lainnya.

"Khusus cengkih nilai transaksi yang dibukukan bahkan mencapai 20 persen, atau sekitar Rp 2,4 miliar dari total transaksi Rp 12 miliar," terangnya.

Dalam lelang ini, cengkih dijual dengan harga Rp 115.000/kg. Setelah itu, jagung yang dijual dengan harga Rp 3.400/kg, lalu gaplek Rp 3.500/kg, dan bawang merah Rp 22.000/kg.

"Harga bawang tersebut lebih murah dari harga di pasar rakyat yang ada di kisaran Rp 26.000 per kilogram," imbuhnya.

Menurut Khanafi, sampai saat ini Jakarta, Bandung, Kalimantan, dan Indonesia Timur hingga masih menjadi pasar potensial berbaga komoditas asal Jatim. Baik hasil pertanian, peternakan, perkebunan, maupun perikanan.

"Setiap kami gelar lelang, pedagang dari kota-kota tersebut selalu memborong berbagai komoditi yang kita miliki," tegasnya.

Penulis: Mujib Anwar
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved