Padepokan NU Monggo Eling Pancasila
Ingin Rangkul Semua Kalangan, Pelawak Ini Bikin Ngaji Seneng yang Dihadiri Seluruh Umat Beragama
Khusus tanggal 17 setiap bulan, padepokan ini digunakan untuk masyarakat umum, terutama warga Jl Kalijudan Surabaya, tempat Djadi Galajapo tinggal.
Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Achmad Pramudito
SURYA.co.id | SURABAYA - Kegiatan di Padepokan NU Monggo Eling Pancasila yang diikuti oleh sekitar 45 anak dari kalangan keluarga tak mampu berlangsung setiap hari.
Khusus tanggal 17 setiap bulan, padepokan ini digunakan untuk masyarakat umum, terutama warga Jl Kalijudan Surabaya, tempat Djadi Galajapo tinggal.
"Semua adalah saudara", itu adalah semangat yang ditanamkan di padepokan yang diresmikan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini pada tahun 2010 ini.
Karena ingin merangkul semua lapisan masyarakat itu pula, Djadi Galajapo menggagas acara Ngaji Seneng yang dihadiri seluruh umat beragama.
"Beberapa pemuka agama sempat hadir di acara ini. Memang tidak mudah untuk memulai sesuatu, tapi saya tidak patah semangat," tandas pelawak yang lulusan IKIP Negeri Surabaya Jurusan PPKN ini.
Djadi lalu menekankan bahwa miniatur dunia itu ada di Indonesia, dan Indonesia adalah negara dengan penduduk beragama Islam terbesar di dunia.
"Ini harus kita pahami betul," imbuh pelawak yang sudah merilis empat buah buku, diantaranya yaitu Terang Bulan & Neraka Wel, Surabaya Kaya Raya, dan Pelawak -Penuntun Laku di Segala Waktu. .
Karena itu pula, sebelum memulai kegiatan dia mewajibkan para santrinya untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah itu lalu membaca Pancasila, dan ditutup dengan hafalan asmaul husnah.
"Kita harus bisa jadi pemeluk Islam yang baik dan bangga sebagai warga negara Indonesia yang punya Pancasila sebagai anugerah Allah," kata pelawak yang sudah merilis empat buah buku itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/djadi-galajapo_20160620_140424.jpg)