Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Surabaya

Antisipasi Banjir di Aliran Bengawan Solo, Sejumlah BPBD Dikumpulkan di Bojonegoro

Pantauan petugas di lapangan, ketinggian air di Bendungan Karangnongko juga aman.

Tayang:
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Titis Jati Permata
iksan fauzi
Kendati air Bengawan Solo mulai siaga merah, tapi tak menyurutkan penjual jasa penyeberangan perahu di Bojonegoro. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gubernur Jatim Soekarwo memanggil dan mengumpulkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Jatim, terutama yang dilewati aliran Sungai Bengawan Solo, untuk menyikapi anomali cuaca.

Bojonegoro menjadi lokasi berkumpulnya anggota BPBD ini.

"Siang ini, seluruh BPBD di aliran Bengawan Solo kami kumpulkan di Bojonegoro untuk mengantisipasi potensi banjir kiriman. Meski untuk saat ini masih relatif aman," kata Pakde Karwo, Senin (20/6/2016).

Pakde memastikan, kondisi Bengawan Solo di Bojonegoro belum belum berpotensi terjadi banjir.

Air kiriman dari Jawa Tengah belum sampai pada taraf mencemaskan.

Menurut laporan yang diterima Pakde Karwo, ketinggian air di Bengawan Solo masih aman.

Pantauan petugas di lapangan, ketinggian air di Bendungan Karangnongko juga aman.

"Pukul 08.15 wib, ketinggian air masih di titik 26 meter. Batas maksimal atau siaga merah adalah 30 meter," tandas Pakde.

Selain di Karangnongko, ketinggian air di Sungai Bengawan Solo di Kota Bojonegoro sekitar 12,5 meter dengan titik kritis 15 meter.

Artinya kiriman air dari Jateng belum berpotensi menimbulkan banjir.

Selain belum berpotensi banjir, kiriman air itu juga tak sampai merembes ke celah-celah tanggul. Kondisi seluruh tanggul dinilai kokoh.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved