Minggu, 19 April 2026

Tata Kota Surabaya

Jalan Tunjungan Bersih dari Reklame, Bukan Hanya Demi Acara UN Habitat

#SURABAYA - "Ini merupakan bukti kepedulian Pemkot Surabaya terhadap bangunan bersejarah," kata Wali Kota Risma.

Penulis: Rorry Nurwawati | Editor: Yuli
RORRY NURMAWATI
Petugas Satpol PP Kota Surabaya menertibkan sisa reklame yang sempat terhalang izin di sepanjang Jalan Tunjungan, Surabaya pada Sabtu (18/6/2016) dini hari. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Jelang kegiatan akbar Prepcom 3 UN Habitat pada Juli 2016, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus merenovasi bangunan tua di sepanjang Jalan Tunjungan.

Pemkot juga menertibkan reklame yang sempat terhalang administrasinya.

Pembersihan reklame ini juga sebagai revitalisasi di Jalan Tunjungan, ikon Kota Pahlawan.

Sebanyak empat reklame di Jalan Praban hingga Jalan Tunjungan, dibersihkan oleh Satpol PP Surabaya. Reklame besar ini baru bisa turunkan oleh petugas dengan menggunakan las besi.

"Ada empat reklame yang belum ditertibkan, dan baru bisa ditertibkan sekarang. Tinggal empat reklame ini saja yang belum ditertibkan. Untuk penertiban reklame lainnya masih menunggu perintah dari Cipta Karya, tapi untuk di wilayah ini sudah kami habiskan," kata Kepala Satpol PP Kota Surabaya Irvan Widyanto, Sabtu (18/6/2016).

Satu dari tiga reklame kata Irvan, tinggal menurunkan kerangka besinya. Sedangkan tiga reklame lainnya masih lengkap dengan posternya.

Semua reklame ini kemudian diangkut dengan truk dan dibawa ke kantor Satpol PP Kota Surabaya. "Diangkut semua, untuk mengembalikan wajah kota lama seperti dulu," terangnya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menambahkan, pengembalian wajah kota tua di Jalan Tunjungan supaya menjadi daya tarik tersendiri untuk Surabaya.

Sebab, bangunan cagar budaya itu akan dijadikan sebagai destinasi Kota Pahlawan sebagai jujukan para wisatawan saat singgah ke Surabaya.

"Akan ada suasana berbeda saat peserta Prepcom dan warga saat berjalan menelusuri Jalan Tunjungan," katanya, Sabtu (18/6).

Revitalisasi ini lanjut Risma sudah hampir selesai. Mulai dari pelebaran trotoar, merestorasi gedung, toko dN bangunan, membongkar fasad penutup, pengecetan hingga berkomunikasi dengan pemilik bangunan.

"Ini merupakan bukti kepedulian Pemkot Surabaya terhadap bangunan bersejarah," terang Risma. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved