Ramadan 2016

Chindar Restu Desilina Curigai Makanan yang Warnanya Ngejreng

#SURABAYA - “Pertama yang saya lihat adalah warnanya. Jika terlalu ngejreng perlu curiga, kemungkinan besar pakai pewarna banyak,” katanya.

Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Yuli
repro: achmad pramudito
Chindar Restu Desilina 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pilih makanan untuk persiapan buka puasa di luar memang tidak mudah. Karena itu, jika terpaksa makan di luar, Chindar Restu Desilina benar-benar memperhatikan kondisi makanan atau minuman yang akan dibeli.

“Pertama yang saya lihat adalah warnanya. Jika terlalu ngejreng perlu curiga, kemungkinan besar pakai pewarna banyak,” tegas ibu satu anak ini kepada SURYA.co.id, Kamis (16/6/2016).

Agar tidak terjebak membeli produk yang tidak diketahui kualitasnya, Chindar mengaku selalu berusaha membeli di tempat-tempat yang sudah dikenal baik.

“Saya jarang beli di tempat yang baru. Tapi kalau kepepet ya itu memang harus ekstra ketat mencermati supaya makanan dan minuman yang kita beli tidak malah bikin sakit,” ucap wanita yang sempat bekerja di Colors FM Radio, Surabaya ini.

Untuk menu takjil, Chindar cenderung suka memilihkan minuman yang segar, seperti kolak, es chao, atau blewah. “Di bazaar-bazaar Ramadan menu seperti itu kan banyak ya. Namun, kalau lihat warna yang merah atau hijaunya tidak biasa ya lebih baik pindah ke stan lain saja,” tegasnya.

Chindar menambahkan, yang juga perlu diwaspadai adalah penggunaan es batu dalam minuman yang akan dikonsumsi. “Sebab kita kan nggak tahu bikinnya pakai air matang atau tidak,” cetus wanita yang merintis usaha cemilan untuk oleh-oleh yang dipasarkan lewat online shop ini.

Menurut Chindar, dia akan merasa aman bila yang dipakai adalah es buat pabrik yang tengahnya berlubang. “Tapi, hal itu tidak baku banget. Kalau kita terlalu hati-hati, terlalu sering khawatir ya malah nggak jadi makan dan minum. Sepanjang tidak terlalu sering kan nggak apa-apa juga,” ucapnya sambil tertawa.

Selain itu, kalau pun terpaksa, Chindar akan memilih produk kemasan. “Kalau kemasan kan jelas kapan expirednya ya,” tutur Chindar yang kelahiran Balikpapan, 22 Desember 1977.

Sedang untuk menu makanan berat, bungsu dari tiga bersaudara ini lebih sering memasak untuk anak dan suaminya. “Apa saja asal ada sayurnya, bisa sayur asem, pecel, atau oseng-oseng manisah,” bebernya.

Wajar bila Chindar cermat mengamati makanan yang akan disantap keluarganya. Sebab, dia juga memberlakukan standar yang sama untuk cemilan yang akan dia jual buat konsumennya.

“Masa aman snack rengginang kepiting ini bisa sampai sebulan. Jika lewat itu kami tarik, kami makan sendiri,” kata Chinda yang memberi label cemilannya Dua-Dua. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved