Otomotif

Sasar Kaum Muda, Honda Motor Gelar Seminar Safety Riding di Pasuruan

#PASURUAN - Pada 2014 terdapat 372 kecelakaan. Jumlah itu menurun tipis menjadi 370 kecelakaan pada 2015.

Sasar Kaum Muda, Honda Motor Gelar Seminar Safety Riding di Pasuruan
irwan
Seorang mahasiswi tengah praktek berkendara secara aman di kampus STKIP PGRI Pasuruan. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Berkendara secara aman masih belum diterapkan sepenuhnya oleh warga Indonesia secara umum, terutama mengendarai sepeda motor. Memberi pemahaman berkendara secara aman, Honda Motor menggelar Seminar Sefety Riding di Pasuruan, Kamis (16/6/2016).

Trissa, mahasiswi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Pasuruan, tak pernah menyadari fungsi kaca spion sebelumnya. Juga mengendarai sepeda motor, mahasiswi jurisan Ekonomi ini memilih menengok ke belakang jika ingin berbelok.

"Ternyata menengok ke belakang itu salah karena tidak melihat depan. Memang sulit mengubah kebiasaan. Tapi mulai sekarang saya akan memanfaatkan spion untuk melihat keadaan sekitar," kata Trissa di sela-sela seminar.

Satu lagi kegunaan spion yang diperoleh mahasiswi berjilbab ini adalah bisa memantau keadaan di belakang. Apalagi, lanjutnya, Pasuruan saat ini mulai kembali marak aksi pembegalan sepeda motor.

"Tiap 10 detik saya harus melihat spion agar tahu keadaan di belakang. Ngeri dengan pembegalan yang rame lagi," ujarnya.

Koordinator Safety Riding PT Pinasthika Sinar Mulia (Honda Motor) Surabaya, Hary Setiawan, mengatakan acara ini digelar untuk mengampanyekan berkendara secara aman kepada warga Kota Pasuruan, khususnya para anak muda.

"Pemahaman safety riding ini bukan hanya sebatas atribut berkendara, tapi juga perilaku berkendara. Ini yang kami sampaikan kepada audiens," tandas Hary.

Berdasarkan penelusurannya, Kota Pasuruan merupakan salah satu kota di Jatim yang memiliki tingkat kecelakaan tinggi.

Sebagai wilayah dengan tingkat mobilitas tinggi karena menghubungkan berbagai wilayah di Jatim, Pasuruan menjadi momok sebagai jalur tengkorak.

"Karenanya pemahaman berkendara secara aman, baik atribut maupun perilaku, sangat dibutuhkan. Kami sasar anak-anak muda dan mahasiswa karena mereka merupakan agen perubahan," ujarnya.

Kegiatan ini merupakan kali pertama digelar Honda Motor di Jatim. Selain Pasuruan, pada Agustus mendatang akan digelar acara serupa di Malang.

"Kami akan upayakan digelar setiap tahunnya. Ini akan menjadi kontribusi kami kepada warga Jatim untuk memberi pengetahuan berkendara aman dengan harapan bisa menekan angka kecelakaan," paparnya.

Kabiro Lantas Polres Pasuruan Kota, Iptu Kamaruddin, menambahkan tingkat kecelakaan di Kota Pasuruan cenderung mengalami penurunan sejak tiga tahun terakhir.

Pada 2014 terdapat 372 kecelakaan. Jumlah itu menurun tipis menjadi 370 kecelakaan pada 2015.

"Sampai Juni 2016, sudah ada 181 kecelakaan. Memang ada penurunan, tapi belum signifikan. Adanya seminar berkendara aman ini kami harap mampu menjadi penyadaran warga agar berlalulintas dengan menaati peraturan," tukas Kamaruddin.

Penulis: Irwan Syairwan
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved