Berita Gresik

Baru Dibangun, Lampu Peringatan Palang Pintu KA Tak Pernah Menyala

"Gak tahu ini program pembangunan pemerintah apa sengaja membunuh rakyat kecil. Masak membangun lampu peringatan juga tidak pernah menyala," imbuhnya

Baru Dibangun, Lampu Peringatan Palang Pintu KA Tak Pernah Menyala
surya/sugiyono
TIDAK MENYALA - Penguna jalan melintas di perlintasan kereta api tanpa palang pintu Desa Sumari, Kecamatan Duduksampean, Selasa (13/6/2016). 

SURYA.co.id | GRESIK - Perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Sumari, Kecamatan Duduksampean, Gresik, lampu peringatan yang terpasang tidak pernah menyala.

Padahal proyek tersebut baru selesai dibangun sebulan sebelumnya.

Dari pantauan SURYA Online, di perlintasan kereta api double track tersebut tidak ada petugas jaga.

Selain itu, di perlintasan banyak papan himbauan agar pengguna jalan yang akan melintasi perlintasan kereta api tanpa palang pintu harus menoleh ke kiri dan kanan untuk memastikan ada atau tidak kereta yang melintas.

Salah satu papan himbauan tersebut bertuliskan 'HATI-HATI JIKA LAMPU PADAM'.

Anehnya, lampu tersebut terus menerus padam. Tidak pernah menyala lampu hati-hati yaitu warna kuning.

"Sejak satu bulan kemarin selesai di bangun, ternyata rambu-rambu tersebut tidak pernah menyala. Apa ini hanya simbol saja. Seolah-olah sudah selesai dibangun tapi tidak berfungsi," kata Bahrul Ghofar (38), warga Desa Gredek, Kecamatan Duduk sampean yang kebetulan bertetangga dengan Desa Sumari dan tiap hari melintas rel kereta api tanpa palang pintu tersebut, Senin (13/6/2016).

Di lampu peringatan tersebut menggunakan listrik tenaga surya, tapi buktinya lampu peringatan tersebut tidak pernah menyala.
"Gak ada yang menjaga. Lampu peringatan juga tidak pernah menyala," kata Sandi (63), warga Desa Sumari, Kecamatan Duduksampean, yang tinggal di sekitar perlintasan jalur ganda kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Warga berharap dari Pemkab Gresik atau melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik menyediakan anggaran untuk petugas jaga di perlintasan tanpa palang pintu.

Seperti di desa-desa lain di Kecamatan Duduksampean yang sudah ada petugas dan dibayar oleh Pemkab Gresik.

Apalagi menjelang hari raya idul Fitri dipastiann akan banyak warga yang melintas dan arus kereta api juga semakin banyak sebab jalurnya ganda dan mendekati arus mudik.

"Gak tahu ini program pembangunan pemerintah apa sengaja membunuh rakyat kecil. Masak membangun lampu peringatan juga tidak pernah menyala," imbuhnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Padahal jalur tersebut juga banyak dilintasi anak-anak sekolah yaitu SMK Negeri Gresik. Belum warga umum dan anak-anak tingkat SMP dan SD Sederajat. Sebab perlintasan tersebut banyak dilewati beberapa desa.

Diketahui, di perlintasan kereta api tanpa palang pintu Desa Sumari, Kecamatan Duduksampean sudah banyak yang menjadi korban. Sebelumnya yaitu Witono (43), warga Desa Samir, Kecamatan Duduksampean, nyawanya nyaris melayang akibat disambar Kereta Api saat melintasi rel jalur ganda atau doubel track yang ada di desa setempat, Minggu (12/6/2016).

Penulis: Sugiyono
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved