Berita Banyuwangi
Banyuwangi Call Centre (BCC) Terus Selidiki Kasus Anak yang Ditelantarkan Orangtua Kandungnya
"Dia sempat tanya, bagaimana nanti kalau saya SMA?" kata Suparman kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).
Penulis: Haorrahman | Editor: Yoni
SURYA.co.id | BANYUWANGI - Banyuwangi Call Centre (BCC), akan terus menyelidiki kasus yang membelit anak perempuan berusia 12 tahun, IG.
“Saat kami datangi, anak ini sebenarnya ingin mencari orang tua kandungnya. Dia ingin tahu siapa orang tua kandungnya walaupun sebenarnya dia betah tinggal dengan orang tua angkatnya. Namun tampaknya juga ada kekhawatiran terhadap kelanjutan pendidikannya” kata Sunarto, Kepala Desa Cluring.
Hal ini juga dibenarkan oleh Suparman wali kelas IG. Menurut dia, IG adalah anak yang pandai, namun sempat terbersit kekhawatiran akan kelanjutan sekolahnya.
"Dia sempat tanya, bagaimana nanti kalau saya SMA?" kata Suparman kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).
Namun Suparman terus berusaha untuk membesarkan hati muridnya itu. Apalagi, IG adalah anak yang pandai, dan nilainya di atas rata-rata.
“Untuk pendidikannya, kami telah meminta orang tua asuhnya untuk bisa meyakinkan akan masa depannya. Dari pengakuan orang tua angkatnya, sanggup membiayai pendidikannya,” kata Sunarto kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).
Selain kasus di atas, seminggu sebelumnya BCC juga menerima laporan dari siswi lulusan Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang ingin melanjutkan pendidikan setara SMA namun terbentur biaya.
Anak yatim piatu tersebut mengirim pesan pendek ke BCC tentang kondisinya yang tinggal bersama kakek dan nenek-nya yang pemulung.
Laporan ini, langsung ditindaklanjuti kecamatan dan Dinas Pendidikan untuk mendapatkan solusinya.
Anak tersebut sekarang langsung didaftarkan ke SMK Puspa Bangsa Cluring, dan langsung mendapatkan orang tua asuh yang bersedia menjamin pendidikannya hingga perguruan tinggi.
Orang tua asuh anak tersebut adalah Kunti, yang kebetulan juga kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Cluring.
Kunti merasa tergerak membantu anak in ilantaran tekad kuat yang dimiliki gadis tersebut untuk meraih masa depan, walau terbentur dengan kondisinya yang tidak memungkinkan.
“Saya merasa trenyuh melihat anak berprestasi namun tidak bisa melanjutkan pendidikannya. Dia ini hebat, tidak mau menyerah pendidikannya hanya terhenti di MTs. Makanya saya amat terpanggil, dan bersedia untuk membiayainya hingga kuliah. Jangakan jenjang S1, hingga S3 pun kalau memang dia sanggup akan kami biayai,” ujar Kunti kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-banyuwangi-children-centre-banyuwnagi_20160613_164236.jpg)