Tempo Doeloe

VIDEO LANGKA - Belum Pernah Lihat Video Bung Hatta? Lihat Gaya Pidatonya di Belanda

#VIDEO - Bung Hatta seperti terlihat mulai detik ke 2.25, mengucapkan sesuatu yang bisa membangkitkan rasa haru generasi saat ini kepada para pejuang.

Lazim diketahui, KMB didahului dengan Perjanjian Linggarjati (1947), Perjanjian Renville (1948) dan Perjanjian Roem-van Roijen (1949).

Semua itu terjadi karena Belanda melancarkan Agresi Militer I dan II meski Indonesia sudah memproklamasikan kemerdekaan.

Menghadapi hal itu, kubu Indonesia terpecah. Kubu Bung Karno dan Bung Hatta berusaha sekuat tenaga menempuh strategi diplomasi demi menghindari pertumbahan darah di kalangan rakyat yang baru merdeka.

Sementara, sebagian faksi angkatan perang atau tentara tidak tunduk pada pemimpin sipil. Mereka melawan Agresi Militer dengan bergerilya seperti kubu Jenderal Soedirman dan Tan Malaka.

Ternyata, urusan rumit itu bisa beres lewat diplomasi sebagaimana mencapai puncaknya dalam KMB.

Maka, Bung Hatta pun seperti terlihat mulai detik ke 2.25, mengucapkan kalimat secara datar dan tenang berikut ini: 

Bangsa Indonesia dan Bangsa Belanda kedua-duanya akan memperoleh bahagianya, anak cucu kita, angkatan kemudian, akan berterima kasih kepada kita, moga-moga Tuhan yang Maha Kuasa memberkati pekerjaan kita pada Konferensi Meja Bundar ini.

Usai KMB itu, ibukota Indonesia pun kembali dari Yogyakarta ke Jakarta.

Dan, lihat video di bawah ini betapa rakyat Jakarta menyambut gegap gempita kehadiran kembali Bung Karno dan semua pemimpin republik.

Selain gaya orasi Bung Karno yang memukau, hal menarik dari video di bawah ini adalah cara Bung Karno menyebut hasil KMB itu sebagai "penyerahan kedaulatan", bukan "pengakuan kedaulatan".

Bung Karno juga menyebut penyerahan kedaulatan itu sebagai hasil good will atau maksud yang baik, pengertian yang baik.

Penulis: Yuli
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved