Breaking News:

Citizen Reporter

Ah Selamat Datang Musim Semi Literasi Guru Indonesia

literasi diajarkan dengan contoh dan tulisan panutan, bukan sekadar ajakan, apalagi terhenti sebatas wacana..

px
ilustrasi 

Reportase : Eko Prasetyo
Alumnus Pascasarjana Universitas Dr Soetomo Surabaya
fb.com/eko prasetyo

GERAKAN mendorong tumbuhnya budaya literasi di tanah air terus bergeliat. Berbagai elemen masyarakat turut bersinergi bersama pemerintah meningkatkan budaya literasi di tanah air. Salah satunya adalah Media Guru Indonesia.

Untuk mendukung peningkatan kompetensi menulis di kalangan pendidik sekaligus peluncuran perdananya, Media Guru menghelat pelatihan menulis best practice guru di LPMP Jatim, 22 Mei 2016 lalu.

Narasumber utama yang hadir adalah Istiqomah, MPd, pemenang lomba best practice yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi 2015.

CEO Media Guru Indonesia, Mohammad Ihsan mengatakan, di tengah musim literasi seperti sekarang, keterampilan menulis mutlak dikuasai para guru. Apalagi, pemerintah mengusung tema Guru Mulia karena Karya pada puncak peringatan Hari Guru Nasional, November tahun lalu.

”Karena itu, majalah MediaGuru hadir untuk memfasilitasi kreativitas dan inovasi para guru melalui penulisan best practice. Edisi perdana MediaGuru mendapat sambutan sangat baik dari para guru. Antusiasme itu terlihat dari banyaknya naskah yang masuk, termasuk tulisan best practice guru,” jelasnya.

Ihsan menambahkan, budaya membaca penting ditanamkan kepada anak didik sejak dini. ”Namun, yang tak kalah penting adalah guru juga harus menumbuhkan kegemaran membaca dalam diri sendiri untuk memberikan contoh kepada siswa-siswanya,” tuturnya.

Sementara itu, Istiqomah membeberkan karakteristik naskah best practice. Di antaranya, inovatif, outstanding result, mampu menjadi model, menginspirasi, serta ekonomis dan efisien. Ia juga memberikan kiat menyusun artikel best practice.

”Yang pertama, tahapan sistematis melalui pendekatan ilmiah. Kemudian, setiap data dan catatan atau rekam jejak terdokumentasikan untuk merumuskan standard operating procedure bila ditiru guru lainnya. Terakhir, menuntut evaluasi diri, yakni cara dan hasil outcomenya,” terang guru SMAN 1 Batu itu.

Dia juga menjelaskan bagaimana mendeteksi sebuah best practice. ”Sebuah best practice harus mudah dideteksi sejak guru masuk kelas, apakah siswa suka atau tidak. Kemudian partisipasi siswa dominan, increase students achievement terlihat jelas, ada keberlanjutan dan hasilnya, ada kolaborasi dengan pihak lain, serta memiliki tingkat kekinian atau keunikan,” paparnya.

Ariani Kusumaningrum, dari SMAN 9 Malang, berharap agar pelatihan seperti ini bisa diselenggarakan berkelanjutan di kota-kota lain. ”Supaya meningkatkan kemampuan dan profesionalitas guru dalam menulis best practice,” ujarnya.

Mohammad Ihsan mengamini bahwa Media Guru Indonesia siap menyelenggarakan kegiatan serupa di daerah-daerah lain.

”Naskah dari hasil pelatihan ini bisa dikirimkan ke majalah MediaGuru. Kami tak akan menolak naskah guru dan justru memberikan input terhadap naskah yang masuk. Kami berharap MediaGuru bisa menjadi kebanggaan guru Indonesia tanpa memandang organisasi profesinya,” tegas alumnus Unesa tersebut.

 


 

 

Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved