Selasa, 14 April 2026

Ramadan 1437 H

Pedagang Mengaku Keberatan bila Diminta Jual Daging Rp 80.000 Per Kilogram, ini Alasannya

"Kondisi seperti ini, kita diminta jual daging per kilogram Rp 80.000, itu tidak masuk akal. Kalau kebijakan dipaksakan, peternak akan sengsara."

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Parmin
surya/doni prasetyo
Kios penjual daging sapi di los Pasar Sayur Magetan masih terlihat sepi pembeli, Jumat (10/6/2016). 

SURYA.co.id | MAGETAN - Kelangkaan ternak sapi pedaging yang berimbas mahalnya harga daging di pasaran, membuat pedagang daging mengeluh bila diminta menjual daging sapi dengan harga Rp 80.000 per kilogram.

Padahal harga di pasaran saat ini mencapai Rp 120.000 per kilogram.

"Kalau diminta menjual daging Rp 80 ribu, jelas kebijakan tidak masuk akal. Daging mahal, karena harga sapi yang layak diambil dagingnya saat ini mencapai Rp 20 juta - Rp 25 juta seekor,"kata Mbak Ninuk, begitu jagal ini biasa dipanggil kepada Surya.co.id Jumat (10/6/2016).

Menurut Mbak Ninuk, dengan harga daging sebesar itu, dan harga sapi lokal pedanging yang layak diambil dagingnya, keuntungan pedagang tidak seperti yang dibayangkan kebanyak orang.

"Dengan harga sapi lokal pedaging sebesar itu, untung yang didapat pedagang atau jagal sangat pas-pasan. Bisa untuk bayar karyawan saja sudah sangat untung,"ujar Mbak Ninuk, yang nama panjangnya Suwarniasih ini.

Dikatakan Mbak Ninuk, kalau pedagang dituntut harus menjual daging Rp 80.000 per kilogram, padahal untuk membeli sampai harganya sudah mencapai Rp 25 juta per ekor, kerugian pedagang ini siapa yang nomboki.

"Kalau kondisi masih seperti ini, kita diminta jual daging per kilogram Rp 80.000, itu tidak masuk akal. Kalau kebijakan itu dipaksakan, pastinya peternak kecil, sengsara. Begitu juga dengan pedagang daging sapinya,"jelas Mbak Ninuk.

Bisa saja, lanjut Mbak Ninuk pedagang beli pedet (anak sapi) yang harganya di kisaran Rp 10 juta - Rp 15 juta, tapi tetap saja kalau pedagang diminta menjual harga daging Rp 80.000 per kilogram, tetap tidak akan kembali modal.

"Pemerintah impor daging bukan impor sapi. Kalau pun impor sapi, daging sapi impor juga tidak banyak disuka. Jadi dilema, karena daging impor memang tidak sesuper daging sapi lokal,"ujar Mbak Ninuk dibenarkan pedagang daging lainnya di los daging Pasar Sayur Magetan.

Harga daging sapi kualitas super atau daging has per kilogram Rp 120.000, daging rawonan/tetelan Rp 100.000, sedang harga ekor (buntut) per kilogram Rp 90.000.

Kebijakan Presiden Jokowi terkait harga sapi dalam bulan Ramadan dan Lebaran ini agar dijual di kisaran Rp 80.000 per kilogram.

Polri mengajak masyarakat berperan aktif dalam menciptakan kestabilan harga daging sapi ini di pasaran.

Kecuali itu Polri juga giat memberikan sosialisasi tentang sanksi pidana, bagi pelaku penimbun daging dan mereka yang menahan sapi tidak dipotong pada waktunya.

Undang-undang yang mengatur adalah UU Perdagangan dengan sanksi pidana penjara 5 tahun dan denda Rp 50 miliar.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved