Digarap Selama Seminggu, Miniatur Masjid Cheng Ho dari Bahan Cokelat Ini Bisa Tahan Sebulan
Cokelat dikenal sebagai makanan yang mudah meleleh. Namun, di tangan yang ahli, cokelat ini selain tampil menarik, juga bisa tahan sampai satu bulan.
Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Achmad Pramudito
SURYA.co.id | SURABAYA - Cokelat dikenal sebagai makanan yang mudah meleleh. Namun, di tangan yang ahli, cokelat ini tak hanya tampil menarik, tetapi juga bisa tahan sampai satu bulan.
Miniatur Masjid Cheng Ho yang menghiasi lobi Hotel Majapahit Surabaya ini dibuat oleh dua pasang tangan terampil Food & Beverage Artist, Wiwit Suryanto bersama asistennya, Khoiron Hisri.
Digarap selama sepekan, masjid itu kerangkanya dibuat dari Styrofoam sebelum dilapisi oleh cokelat.
“Untuk merekatkan antara Styrofoam satu dengan lainnya dipakai lem khusus,” papar Wiwit.
Untuk melapisi Styrofoam ini dipakai white compound dan dark chocolate compound. “Secara keseluruhan menghabiskan 40 kg cokelat,” ungkapnya.
Miniature Masjid Cheng Ho ini ukurannya 165x122 cm plus ketinggian 120 cm. Di puncak masjid ada tulisan Allah yang dibuat khusus dari cokelat utuh.
Di bagian bangunan masjid ada tulisan Muhammad yang dibuat dari cat pewarna makanan.
“Tulisan Allahnya dari lempengan cokelat lalu dicetak berbentuk tulisan Allah,” ujar Wiwit.
Mengenai daya tahan cokelat, Wiwit menyatakan, tak ada tips khusus. “Hanya perlu ketelatenan agar cokelatnya bisa tahan lama. Apalagi ini kan dalam ruangan ber-AC, jadi dijamin bisa sampai sebulan,” tandasnya.
Diakui Wiwit, proses pembuatan Masjid Cheng Ho ini lebih rumit dari tahun lalu yang merancang miniatur Masjid Kul Sharif, sebuah masjid legendaris di Rusia.
“Untuk pembuatan Masjid Kul Sharif hanya perlu 30 kg cokelat,” bebernya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/masjid-cheng-ho_20160610_225719.jpg)