Berita Banyuwangi

Bupati Banyuwangi Pimpin Tahlilan di Rumah Korban Banjir

"Semoga diberi jalan yang terbaik. Dan kita doakan bersama Ibu Maisah agar mendapat tempat yang terbaik," kata Anas kepada Surya (TRIBUNnews.com Netwo

Penulis: Haorrahman | Editor: Yoni
Surya/Haorrahman
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, mengunjungi rumah duka dan memimpin tahlil, Kamis (8/6/2016) 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, mengunjungi rumah duka, Maisah (41), Dusun Krajan Desa Kedungringin, Muncar, Kamis (9/6/2016).

Maisah merupakan korban yang meninggal dunia saat banjir rob, di Muncar, Rabu (8/6).

Ibu dua anak tersebut meninggal lantaran tersengat listrik saat berusaha mematikan listrik ketika air mulai memasuki rumahnya.

Tiba di lokasi, Anas langsung memimpin pembacaan tahlil mendoakan korban.

Secara spontan Anas mengajak warga sekitar dan keluarga korban untuk mendoakan Maisah. Anas pun memimpin pembacaan tahlil.

"Semoga diberi jalan yang terbaik. Dan kita doakan bersama Ibu Maisah agar mendapat tempat yang terbaik," kata Anas kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Bupati yang telah memasuki periode kedua tersebut mengatakan, akan menjamin pendidikan dasar dua anak korban yang masih kecil.

Selain itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) juga memberikan bantuan dua kursi roda untuk Robani dan anaknya yang menderita polio.

Kepada warga Muncar, Azwar Anas juga meminta agar selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

"Salah satu penyebab banjir adalah kebiasaan membuang sampah sembarangan. Ini perlu diubah," ujar Anas kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Suami korban, Robani Hidayat mengatakan jenasah istrinya dibawa ke Jember untuk dimakamkan.

"Sudah dibawa ke Jember untuk dimakamkan," ujar Robani.

Sekedar diketahui, empat dusun di Kecamatan Muncar Banyuwangi tergenang banjir mulai Rabu dini hari dengan ketinggian rata-rata mencapai 80 cm.

Empat dusun yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Blambangan tersebut tergenang akibat luapan air Sungai Blambangan yang dipicu hujan deras selama empat jam di wilayah tersebut.

Namun, mulai Rabu siang air sudah surut. Warga pun terlihat sudah memulai aktivitas sehari-hari. Bahkan ada yang terlihat sudah memproduksi sale pisang memenuhi pesanan.

BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved