Berita Kampus Surabaya
Robot Medis Mahasiswa Unair ini Mampu Sterilkan Kamar Operasi, Begini Cara Kerjanya
Karena kreasi baru, karya mereka ini lolos penilaian dan berhasil menerima dana hibah dari Dirjen Pendidikan Tinggi (DIKTI).
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA – Berkembangnya isu patient safety akhir-akhir ini banyak disorot dunia kesehatan.
Tanggapan secara tepat demi meningkatkan mutu pelayanan dan mengurangi risiko kecelakaan (malapraktik) sangat diperlukan dalam hal ini.
Untuk itu, lima mahasiswa Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (Unair) menciptakan robot medis yang mampu mensterilkan kamar operasi (kamar bedah).
Mereka yaitu, Akhmad Afrizal (20), Mokhammad Deny (21), Mokhammad Dedy (21), Rizky Altryara (21), dan Pratama Bagus (21).
Robot ini mereka gunakan untuk tahunan Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) 2016 dengan judul ”LUVIZER (Line Ultraviolet Sterilizer) Artificial Device Pengoptimalisasi Daya Germisidal Sinar UV (Ultraviolet Germicidal Irradiation) Sebagai Alat Pensteril Kamar Operasi”.
Karena kreasi baru, karya mereka ini lolos penilaian dan berhasil menerima dana hibah dari Dirjen Pendidikan Tinggi (DIKTI).
“Sisi steril kami angkat karena semua hal yang ada dan akan digunakan di ruangan bedah harus steril. Dengan sterilisasi sekaligus sebagai upaya menghindarkan pasien dari kontaminasi bakteri maupun virus,” terang Afrizal.
Jika tidak steril, lanjutnya, maka dapat mengganggu kelancaran proses bedah yang dilakukan petugas medis serta meningkatkan resiko kegagalan dalam proses pembedahan, seperti terjadinya infeksi akibat bakteri udara.
Seiring dengan perkembangan teknologi di bidang bio engineering, pilihan dengan robot medis bernama LUVIZER dirasa sangat efektif.
Robot sterilisasi ini merupakan gabungan dari robot line follower dengan alat sterilisasi manual yang dapat dikontrol jarak jauh secara digital menggunakan controller arduino, sehingga dapat melakukan desinfeksi ruang operasi.
Metode desinfeksi ini, tambah Dedy, dianut menggunakan cahaya ultraviolet (UV) yang memiliki panjang gelombang cukup pendek untuk membunuh mikroorganisme.
"Selain itu cahaya UV efektif untuk menghancurkan asam nukleat pada organisme ini yang menyebabkan DNA-nya terganggu oleh radiasi UV, sehingga organisme ini tak dapat melakukan fungsi-fungsi sel penting,” tambah dia.
Untuk merancang robot ini, perubahan konsep berkali-kali dilakukan, dan akhirnya dapat terwujud menjadi sebuah robot medis pensteril kamar operasi. Robot medis ini juga sangat aman dengan sensor Passive Infrared Receiver (PIR) yang mampu mendeteksi suhu manusia.
“Karena lampu ultraviolet yang kami gunakan merupakan jenis UVC dengan panjang gelombang 260 nm yang radiasinya memiliki efek kimia dan efek germicidal yang mampu membunuh bakteri, kami menambah sensor PIR supaya jika terdeteksi ada orang di dalam ruang operasi, robot ini otomatis mati, sehingga petugas medis bebas paparan radiasi tersebut,” papar Mokhamad Deny .
Mereka mengakui, secara keseluruhan robot ini belum siap untuk diproduksi secara massal, jadi masih harus terus dikembangkan dan diuji lagi.
Namun kedepanya LUVIZER diharapkan dapat benar-benar diaplikasikan secara luas, sehingga mampu meningkatkan efektivitas paparan radiasi germicidal pada ruang operasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-kampus-surabaya-robot-unair_20160608_200112.jpg)