Minggu, 12 April 2026

Berita Sumenep Madura

Petugas PLN Sepudi Sumenep Tewas Dibantai Orang Tak Dikenal

Namun alangkah terkejutnya, ketika justru terdengar kabar ada orang meninggal dan ternyata suaminya," ujar Ali Rasyid, warga sekitar rumah korban kepa

Penulis: Moh Rivai | Editor: Yoni

SURYA.co.id | SUMENEP - Warga Dusun Saba Saebu, Desa Tarebung, Kecamatan Gayam Sumenep Madura, Jatim, geger dengan ditemukannya sesosok mayat laki-laki dengan kondisi tubuh mengenaskan, Rabu (8/6/2016) dini hari.

Mayat yang diketahui bernama Herman (41), warga Desa Jambu Air, Kecamatan Gayam, merupakan petugas instalatir pada Unit PLN Kecamatan Sepudi.

Mayat Herman ditemukan terlentang di semak belukar dekat SDN Tarebung I dengan hampir di sekujur tubuhnya penuh luka akibat sayatan senjata tajam.

Diduga, korban meninggal karena penganiayaan, hingga kini belum terungkap siapa pelakunya.

Informasi yang dihimpun Surya menuturkan, pada Selasa malam, usai berbuka puasa, korban mendapat informasi kalau di Desa Sokaramme, Kecamatan Nonggunong, Pulau Sepudi, terjadi pemadaman listrik yang diduga karena putusnya jaringan kabel PLN.

Sehingga malam itu juga ia pamit ke istrinya menuju lokasi tersebut.

"Karena hingga malam bahkan hingga sahur tak kunjung datang, istrinya mencari informasi keberadaan suaminya. Namun alangkah terkejutnya, ketika justru terdengar kabar ada orang meninggal dan ternyata suaminya," ujar Ali Rasyid, warga sekitar rumah korban kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Berdasarkan kejadian itu, aparat desa setempat dan kepolisian dari Polsek Nonggunong, langsung mengevakuasi korban ke puskesmas terdekat untuk mendapat outopsi.

Setelah dioutopsi, korban diserahkan ke keluarganya untuk dimakamkan.

“Kemungkinan korban dianiaya pada saat perjalanan dari rumah korban ke tujuan di Desa Sokaramme. Dugaan dibunuh pada saat warga sedang menjalankan sholat Tarawih, karena di jalanan sedang sepi," sambung Ali.

Kapolres Sumenep, AKBP Rendra Radita Dewayana melalui Kasubbag Humas, AKP Hasanuddin membenarkan kejadian penganiayaan sadis dengan korban Herman.

Pihaknya kini masih tengah memeriksa saksi-saksi termasuk istri korban untuk mengungkap siapa apa motif penganiayaan hingga tewasnya korban.

"Selain itu, anggota juga sedang memburu pelaku yang diduga tidak hanya satu orang, jika melihat luka-luka yang diderita korban. Cuma hingga kini belum terungkap. Nanti pasti saya kabari," papar Hasanuddin kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Rabu (7/6/2016).

Kabar lain yang berkembang, korban pembunuhan seperti itu kuat dugaan dibunuh karena ada kaitannya dengan perselingkuhan atau adanya wanita idaman lain (Wil). Tetapi dugaan itu masih belum bisa dibuktikan kalau pelakunya belum tertangkap.

"Disini biasanya kalau ada pembunuhan kayak gitu, kemungkinan besar ada kasus perselingkuhan," ujar KH Arif Makruf, tokoh masyarakat setempat kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Pihaknya berharap, siapapun pelakunya, polisi segera menangkapnya. Termasuk juga membongkar apa motif dibalik pembunuhan sadis tersebut.

"Ini harus dibuktikan oleh polisi untuk mengungkap pelakunya. Karena selama ini banyak kasus kriminal seperti pencurian, penganiayaan dan pembunuhan di Sepudi, jarang terungkap," pintanya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved