Berita Kampus Surabaya

Anugerah Kampus Unggulan Sisakan Masalah, Dua Kampus Protes Kopertis VII, ternyata ini Pemicunya

“Kami awalnya peringkat belasan, langsung turun ratusan gara-gara hal ini."

surya/adrianus adhi
Ketua Kopertis VII Suprapto 

SURYA.co.id | SURABAYA - Anugerah Kampus Unggul (AKU) perguruan tinggi swasta di lingkungan Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah VII Jatim di Hotel JW Marriott 26 Mei lalu menyisakan masalah.

Mendapatkan nilai nol untuk dua kategori dari 4 kategori penilaian, dua PTS di Surabaya mengirimkan surat protes dan meminta peninjauan ulang.

Kedua kampus tersebut Universitas Dr Soetomo (Unitomo) dan Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS).

Namun, Kepala Kopertis wilayah VII Jatim Suprapto mengakui AKU merupakan ajang tahunan.

Dua nilai kategori yang telah terisi merupakan nilai yang diambil dari data Forlap Dikti. Yaitu terkait data Bidang Kelembagaan dan Kerjasama, Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan.

“Kalau dua data yang kosong itu harusnya PTS yang mengirimkannya ke Kopertis, kami sudah mengumumkannya di Website. Batas pengirimannya 3 minggu, dari Januari sampai Februari 2016,” tandasnya ketika dikonfirmasi SURYA.co.id, Rabu (8/6/2016).

Dua data itu, kata Suprapto, harusnya diisikan pada kolom penilaian terkait Bidang Penelitian dan Pengabdian masyarakat, dan bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan.
Suprapto bersikukuh bahwa hasil AKU tidak dapat diganggu gugat dan tidak dapat dilaksanakan penilaian ulang.

“Kesalahan di Internal PTS, kenapa tidak mengirimkan data ke kami. Kami juga tidak mungkin memakai data lama, karena data yang dipakai mesti data baru. Hanya itu yang bisa kami sampaikan menanggapi surat protes yang mereka kirim,” tuturnya.

Sedang Rektor UMS, Sukadiono mengungkapkan data yang dikelola kopertis tidak valid karena tidak mungkin pihaknya mendapat nilai nol pada dua bidang yang telah meningkat dibandingkan tahun lalu.

“Kami awalnya peringkat belasan, langsung turun ratusan gara-gara hal ini. Penilaiannya bagaimana, ini kami pertanyakan. Karena pemeringkatan ini otomatis mempegaruhi kredibilitas lembaga yang dinilai,” terangnya.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved