Berita Sumenep Madura
109 CJH Sumenep Belum Lunasi BPIH Tahap I
"Jika batas waktu kedua masih belum juga melunasi, maka kuotanya diberikan pada CJH cadangan," sambungnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).
Penulis: Moh Rivai | Editor: Yoni
SURYA.co.id | SUMENEP – Pada batas pelunasan tahap I biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) 2016 untuk jamaah calon haji (CJH) untuk Kabupaten Sumenep, hingga batas akhir tanggal 10 Juni 2016, ternyata hanya 350 orang CJH yang melunasi. Sedangkan sisanya 109 CJH belum melunasi.
Namun, sesuai jadwal, setelah pelunasan tahap I, maka Kemenag langsung membuka pelunasan BPIH tahap II yang berlangsung hanya 10 hari yakni dari tanggal 20 sampai dengan 30 Juni 2016.
"Di tahap II ini, maka CJH yang belum selesai tahap I bisa melunasi di tahap ini," ujar Abd. Azis, Kasi Haji dan Umroh, Kantor Kementerian Agama ( Kemenag ) Sumenep kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Rabu (8/6/16).
Menurutnya, biaya pelunasan ibadah haji ( BPIH ) tahun 2016 ditetapkan sebesar Rp 34 juta lebih. Bagi para jamaah yang belum melunasi di tahap pertama, masih ada kesempatan untuk melunasi di tahap kedua.
"Jika batas waktu kedua masih belum juga melunasi, maka kuotanya diberikan pada CJH cadangan," sambungnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).
Untuk CJH Kabupaten Sumenep tahun 2016, akan bergabung dengan kelompok terbang ( kloter ) I Embarkasi Juanda Surabaya.
Jamaah akan dijadwalkan berangkat pada tanggal 8 Agustus 2016, jamaah calon haji sudah harus masuk ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya.
Sementara itu, jumlah kuota calon jemaah haji asal Kabupaten Sumenep yang akan berangkat pada tahun 2016 ini mengalami penurunan dari tahun 2015 lalu.
Kabupaten Sumenep mendapat kuota sebanyak 459 orang jamaah dibanding CJH tahun 2015 sebanyak 633 jemaah.
Jumlah 459 jamaah tersebut merupakan awal ketentuan dari Kemenag Pusat, dan diharapkan masih bisa bertambah.
Kabupaten Sumenep masih berharap akan mendapat tambahan kuota haji estimasi nasional, karena menurut informasi masih akan ada tambahkan kuota nasional di tahun 2016 sebanyak 10 persen.