Berita Gresik

Masjid Syeh Maulana Malik Ibrahim dan Tertua di Pulau Jawa Berganti Modern

Hanya beberapa balok kayu dan beduk dibawa ke musium," kata Abrul Rohman Syahid (63), warga desa setempat, usai jamaah shalat kepada Surya (TRIBUNnews

Masjid Syeh Maulana Malik Ibrahim dan Tertua di Pulau Jawa Berganti Modern
surya/sugiyono
Ada dua tempat imam di dalam masjid Sunan Syeh Maulana Malik Ibrahim, Senin (6/6/2016). 

SURYA.co.id | GRESIK - Masjid tertua di Pulau Jawa, peninggalan Syeh Maulana Malik Ibrahim berada di Desa Leran, Kecamatan Manyar, Gresik,Jawa Timur.

Selama ini, masjid peninggalan Syeh Maulana Malik Ibrahim kurang mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Gresik.

Bahkan adanya renovasi terhadap masjid tersebut kurang memperhatikan sejarah.

Dari Pantauan SURYA Online, bangunan masjid peninggalan Sunan Syeh Maulana Malik Ibrahim masih berada di dalam masjid.

Tempat imam dan tempat wudhu atau bersuci sebelum shalat masih ada di dalam masjid dan belum dirombak, sesuai aslinya.

Anehnya, pembangunan masjid yang baru kurang mempertimbangkan bangunan kuno peninggalan Sunan Syeh Maulana Malik Ibrahim.
Terlihat dari arsitektur tiang bangunan, arsitektur genteng dan bangunan sekitar masjid terkesan seperti bangunan masjid pada umumnya.

"Ada batu-batu tua yang ditimbun untuk menyangga bangunan baru. Hanya beberapa balok kayu dan beduk dibawa ke musium," kata Abrul Rohman Syahid (63), warga desa setempat, usai jamaah shalat kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Senin (6/6/2016).

Sekarang ini bangunan masjid tersebut hanya menyisakan beberapa bangunan kuno yaitu tempat imam, tempat wudhu sebelum melaksanakan shalat, kuba masjid dan sumur.

Peninggalan yang lain dan menjadi sejarah masjid tersebut telah tertutup keramik yang bergaya modern saat ini.

Satu lagi yang tersisa yakni pintu gerbang tertuliskan huruf Arab 'Masjid Syeh Maulana Malik Ibrahim'.

"Masjid ini juga tertua kedua. Pertama masjid di Aceh, kemudian baru masjid ini. Jadi masjid ini tetua di Pulau Jawa dan tertua kedua di seluruh Indonesia," katanya.

Di samping kanan pintu gerbang juga ada batu besar, warna hitam. Ukurannya berdiameter 20 sentimeter.

Hal yang sama juga diungkapkan imam masjid Sunan SyehvMaulana Malik Ibrahim, mengatakan bahwa warga tidak berani merubah masjid peninggalan Sunan Syeh Maulana Malik Ibrahim.

"Dulu sebelum Syeh Maulana Malik Ibrahim tinggal di Kota Gresik, sempat mampir kesini dan membangun masjid ini," kata Abdul Rokim, usai memimpin shalat kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Penulis: Sugiyono
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved