Senin, 20 April 2026

Berita Bisnis

Berkunjung ke Surabaya, Wisatawan Asing Paling Gandrung Menginap di Hotel Bintang 4

Terbesar masih berasal dari Malaysia sebanyak 4.807 orang; disusul Singapura 1.654 orang; dan Tiongkok 1.369 orang

Penulis: Mujib Anwar | Editor: Titis Jati Permata
surya/sugiharto
Ilustrasi, salah satu ruangan kamar di Hotel Santika Premier Gubeng, Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Hotel bintang empat di Surabaya dan wilayah lain menjadi tempat favorit menginap para wisatawan yang datang ke Jatim.

Ini terlihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim.

Sepanjang bulan April 2016, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Jatim mencapai 61,82 persen. Naik 5,75 poin dibandingkan TPK bulan Maret yang hanya 56,07 persen.

Kepala BPS Jatim Teguh Pramono, mengatakan, dari TPK hotel berbintang tersebut, TPK hotel bintang empat paling tinggi dibandingkan hotel bintang lainnya, yakni mencapai 72,77 persen.

Disusul hotel bintang dua 67,84 persen, kemudian hotel bintang tiga 60,50 persen, dan hotel bintang satu 49,44 persen.

"Untuk hotel bintang lima, tingkat penghunian kamarnya paling rendah dibanding hotel bintang lainnya, yakni hanya 34,54 persen saja," ujarnya, Minggu (5/6/2016).

Selain naiknya jumlah yang menginap, rata-rata lama tamu menginap (RLMT) para tamu asing pada hotel berbintang juga meningkat di bulan April 2016.

Yakni, rata-rata 3,24 hari, atau naik 0,21 poin dibanding Maret yang hanya 3,03 hari.

Teguh menyebut, rata-rata waktu menginap tamu asing di Jatim tersebut lebih lama dibandingkan RLMT Indonesia di bulan April yang cuma 1,78 hari, naik tipis 0,11 persen dibanding bulan sebelumnya 1,67 hari.

"Ini menunjukkan, para wisatawan asing kerasan tinggal di Jatim," tegasnya.

Untuk jumlah wisatawan, pada bulan April, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Jatim melalui Bandara Internasional Juanda, Surabaya mencapai 18.186 kunjungan. Naik 1,68 persen dibanding jumlah wisman bulan Maret 17.894 kunjungan.

"Terbesar masih berasal dari Malaysia sebanyak 4.807 orang; disusul Singapura 1.654 orang; dan Tiongkok 1.369 orang," ucapnya.

Kata Teguh, secara kumulatif selama empat bulan mulai Januari - April 2016, jumlah wisman masuk Jatim mencapai 62.709 kunjungan. Jumlah tersebut naik 1,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2015.

"Tahun lalu, di empat bulan pertama, wisman yang berkunjung hanya 61.770," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved