Breaking News:

Berita Bojonegoro

Guru Agama Diduga Cabuli 6 Siswinya telah Dikeluarkan dari Sekolah, ini Kata Kamenag Bojonegoro

“Dia guru kelas di MI (madrasah ibtidaiyah di wilayah Kecamatan Kepohbaru, Bojonegoro),sejak kasus itu terungkap, sekolah telah mengeluarkannya."

surya/zainudin
foto ilustrasi 

SURYA.co.id | BOJONEGORO - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro Munir menyesalkan perbuatan seorang guru agama di sekolah tingkat sekolah dasar, Nurhadi (53), yang diduga mencabuli siswanya. Perbuatan Nurhadi dianggap telah menodai dunia pendidikan dan agama.

“Dia guru kelas di MI (madrasah ibtidaiyah di wilayah Kecamatan Kepohbaru, Bojonegoro), tapi sejak kasus itu terungkap, pihak sekolah telah mengeluarkannya. Seumpama dia bersertifikasi, maka tunjangan sertifikasi tidak kami keluarkan,” ujar Munir saat dihubungi SURYA.co.id melalui ponselnya, Jumat (3/6/2016) siang.

Munir berharap, ke depan tidak ada lagi kejahatan seksual dilakukan guru terjadi lagi.
Munir menginstruksikan kepada para pengawas di seluruh jenjang madrasah guna meningkatkan peran pengawasan.

“Supaya mereka betul-betul mengawasi dan memberikan pencerahan bahwa tanggung jawab pendidik berat, jangan sampai menodai,” harapnya.

Tiga bulan lalu, Munir bersama pihak Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (P3A) serta Dinas Pendidikan melakukan gerakan nasional antikekerasan seksual anak.
Kegiatan tersebut guna mengantisipasi kejahatan seksual terhadap anak.

Namun, setelah gerakan tersebut ada orang tua melaporkan perbuatan Nurhadi.

Pascakasus itu terungkap, Jumat (3/6/2016), Munir mengumpulkan para guru di bawah naungan Kemenag Bojonegoro di aula Kantor Kemenag.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai pembinaan dan penyadaran kepada guru selaku orang yang diamanatkan sebagai pendidik.

“Jangan sampai mereka menjadi pelaku. Rata-rata mereka ini tidak paham, di balik perbuatan mereka ada undang-undang yang menjerat. Dia menganggap anak ini kan manusia kecil dan tidak berdaya, lalu dilakukan itu (kejahatan seksual),” paparnya.

Sebelumnya, kejahatan seksual terhadap siswa terjadi di sebuah sekolah setingkat sekolah dasar di wilayah Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro.

Kejahatan itu diduga dilakukan seorang guru agama bernama Nurhadi (53) terhadap enam siswinya.

“Sudah ada tiga korban melapor ke UPPA Polres Bojonegoro,” ujar Umu Hanik, Ketua Divisi Pendampingan dan Advokasi Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (P3A) Bojonegoro kepada SURYA.co.id melalui sambungan telepon, Jumat (3/6/2016) siang.

Umu Hanik mengaku turut mendampingi keenam korban kejahatan seksual itu. Saat ini, ia sedang mendekati tiga korban lainnya supaya mau melapor ke polisi.

Harapannya, untuk mengetahui adanya korban lagi atau tidak, sebab disinyalir ada korban lain di luar enam siswa tersebut.

Penulis: Iksan Fauzi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved