Berita Luar Negeri

Karena Nakal, Anak 7 Tahun ini Dihukum 6 Hari Ditinggal di Hutan oleh Orangtuanya

“Anak itu ditemukan hidup, tapi kami tidak memiliki informasi rinci tentang kondisinya,” kata Satoshi Saito, seorang anggota tim pencari.

Karena Nakal, Anak 7 Tahun ini Dihukum 6 Hari Ditinggal di Hutan oleh Orangtuanya
foto: tribunnews.com
Yamato Tanooka 

SURYA.co.id | JAKARTA- Anak yang hilang di sebuah hutan di Jepang, setelah ditinggal sebagai hukuman oleh orangtuanya, ditemukan selamat hari ini, Jumat (3/6/2016).

“Anak itu ditemukan hidup, tapi kami tidak memiliki informasi rinci tentang kondisinya,” kata Satoshi Saito, seorang anggota tim pencari.

Saito mengatakan, anak itu mengidentifikasi dirinya sebagai Yamato Tanooka. Nama itu sama dengan nama anak yang hilang, tetapi belum dipertemukan dengang orangtuanya.

Anak itu ditemukan di pangkalan militer. Seorang pejabat Jepang' Angkatan Bela Diri Jepang yang berada di pangkalan menemukan seorang anak laki-laki berusia sekitar tujuh tahun.

"Anak itu memperkenalkan dirinya sebagai Yamato Tanooka," kata juru bicara Jepang' Angkatan Bela Diri Jepang, ManabuTakehara.

Yamato dalam kedaaan sehat, dan sedikit mengalami luka gores.

Anak laki-laki itu hilang di hutan dengan banyak beruang di Hokkaido utara setelah sengaja ditinggal orangtuanya dan menghilang sejak Sabtu (25/5/2016) pekan lalu.

Yamato menghilang setelah sebelumnya mendapat hukuman dengan diusir dari mobil karena bertindak salah.

Orangtuanya memberitahu polisi bahwa anak itu ditinggal sebentar di hutan sebagai hukuman karena nakal, tetapi saat orangtuanya kembali untuk menjemputnya, anak itu menghilang.

Upaya pencarian dilakukan terhadap bocah berusia 7 tahun, telah melibatkan ratusan tentara, polisi, petugas jagawana, dan aparat sipil lainnya.

Hilangnya Yamato secara misterius, sampai mengundang perhatian di tingkat nasional.
Selain pasukan militer, banyak warga yang menyampaikan dukungan dalam bentuk doa.

Selain itu, kritik dan kecaman terhadap orangtua si bocah pun tak kalah deras mengalir.

Hal itu kemudian mengundang perdebatan apakah meninggalkan anak kecil seorang diri di tengah hutan merupakan bentuk pendidikan kedisiplinan atau penyiksaan anak.

Aparat kepolisian menyebut, orangtua Yamato memerintahkan anak itu turun untuk membentuk kedisiplinannya.

Editor: Parmin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved