Berita Surabaya
Ujian SBMPTN di ITS Rawan Pemadaman Listrik, Ini Antisipasi yang Dilakukan Kampus
Selain pengawasan yang cukup ketat, peserta pun tidak diperbolehkan membawa alat elektronik apapun ketika ujian.
Penulis: Neneng Uswatun Hasanah | Editor: Musahadah
SURYA.co.id | SURABAYA - Ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016 akan dilaksanakan Selasa (31/5/2016).
Uji coba dan setting hard disk lokal mulai dilakukan di beberapa lokasi ujian Senin (30/05/2016), di antaranya di lokasi tes computer-based test (CBT) kampus ITS.
Menurut Humas SBMPTN ITS, Bekti Cahyo Hidayanto SSi MKom, pelaksanaan CBT di ITS hanya akan mengandalkan genset untuk pasokan listriknya.
"Surabaya Timur rawan sekali mengalami pemadaman PLN, jadi untuk menghindari listrik mati kami memilih untuk sepenuhnya menggunakan genset yang tidak mengeluarkan suara dari pagi sampai selesai ujian," kata dosen Sistem Informasi ITS itu.
Uji coba ini selain mencoba genset yang akan digunakan, juga untuk mengetahui kelemahan sistem.
"Saya bisa pastikan akan aman karena CBT kan bukan online, melainkan memindahkan ujian kertas ke komputer yang terhubung dengan server," jelasnya.
Jika terjadi kondisi terburuk masalah listrik maupun sistem, peserta CBT akan dialihkan ke PBT.
"Pengawas CBT akan dibekali soal PBT dengan kode soal sesuai CBT dan juga alat tulis yaitu pensil, penghapus, rautan. Sehingga peserta CBT tidak perlu khawatir karena semua sudah disediakan untuk mengantisipasi kondisi terburuk," ujarnya.
Panlok 50 menyediakan total 280 kursi ujian CBT.
Untuk tiap kelipatan 40 peserta disediakan dua pengawas, 2 orang teknisi lokal, 2 orang panitia pusat, dan 1 koordinator penanggungjawab CBT per lokasi.
Selain pengawasan yang cukup ketat, peserta pun tidak diperbolehkan membawa alat elektronik apapun ketika ujian.
"Bahkan jam tangan pun tidak boleh dibawa. Nanti peserta akan diberi informasi mengenai waktu dan sisa lama pengerjaan soal," tutur Bekti.
Namun, ia menambahkan, untuk peserta Surabaya yang sudah mengalami UNBK tentu sudah terbiasa dengan CBT dan tidak akan banyak mengalami kesulitan.
Mengenai kemungkinan SBMPTN dilaksanakan 100 persen dengan CBT, Bekti mengatakan tidak yakin.
"Siapa yang mau menyediakan komputer sebanyak peserta SBMPTN? Untuk Panlok 50 saja pesertanya ada 50.000 orang. Saya rasa masih sulit memenuhi sarana sebanyak itu," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/sbmptn-its_20160530_192924.jpg)