Cak & Ning 2016
Pemilihan Cak & Ning Tak Mencari yang Pinter Bahasa Suroboyoan, Ini Penjelasannya
Pemilihan Cak & Ning 2016 di Taman Jayengrono Jl Rajawali Surabaya itu juga dihadiri sejumlah duta wisata dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Achmad Pramudito
SURYA.co.id | SURABAYA - Meski sempat diguyur hujan gerimis, pelaksanaan Pemilihan Cak & Ning Suroboyo 2016 berlangsung lancar.
Acara yang diadakan di Taman Jayengrono Jl Rajawali Surabaya itu juga dihadiri sejumlah duta wisata dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Duta wisata dari sejumlah kota di Indonesia pun ikut berdatangan, seperti dari Pulau Bali, Aceh, Yogyakarta, Solo, dan Bantul, serta Putri Indonesia Kepulauan Jawa.
“Kami bersyukur kegiatan kali ini lebih lancar dan sukses daripada tahun lalu,” kata Tsaqib Abdurrahman, Ketua Umum Paguyuban Cak & Ning Suroboyo periode 2014-2018.
Meski begitu Tsaqib berharap pelaksanaan Pemilihan Cak & Ning di waktu-waktu mendatang bisa lebih baik lagi. "Di setiap kegiatan kita kan harus selalu menargetkan pelaksanaan yang lebih baik. Jangan pernah puas dengan yang sudah dicapai," ujarnya.
Mengenai kritik dari sejumlah penonton lantaran peserta banyak tidak menguasai bahasa Suroboyoan, Tsaqib menandaskan, pihaknya memang tidak mencari orang yang sudah pintar berbahasa Suroboyo.
“Justru lewat acara ini kami ajak kaum muda agar lebih menyintai dan melestarikan bahasa daerah ini,” paparnya.
Lagipula, lanjut Tsaqib, di era modern ini diyakini tak banyak remaja yang masih menggunakan bahasa Suroboyoan dalam percakapan sehari-hari. "Lewat Cak & Ning ini kita upayakan untuk mempertahankan lokalitas dalam berbahasa daerah," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/cak-ning_20160530_094148.jpg)