Kamis, 9 April 2026

Citizen Reporter Spesial Ramadan

Menikmati Uniknya Seni Patrol Sahur Jombang

puasa Ramadan tinggal menunggu hari.. namun keunikan seni patrol sahur Desa Mojoanyar, Jombang ini bisa dinikmati jauh sebelum Ramadan tiba...

Editor: Tri Hatma Ningsih
qurrotu ainy qurani/citizen
Salah satu grup patrol sahur Mojoanyar Jombang 

 

Reportase : Qurrotu Ainy Qurani
Guru Muhammadiyah Boarding School Jombang

MEMBANGUNKAN sahur dengan patrol keliling desa sudah menjadi ciri khas puasa Ramadan di berbagai daerah. Tak hanya bapak-bapak, semangat berpatrol juga menjalar ke anak-anak dan menjadi salah satu kegiatan rutin yang paling ditunggu. 

Peralatan yang digunakan pun tidak hanya dari bambu, tetapi sudah beraneka ragam mulai dari obor, bedug sampai drum yang diarak bersama sehingga suasana Ramadan menjadi kian berkesan.

Pun patrol sahur warga Desa Mojoanyar, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, yang bahkan menelurkan seni desa. Berawal dari sahur puasa tahun lalu dengan iringan musik layaknya drum band, patrol sahur di desa tersebut semakin berkembang dari hari ke hari hingga menjadi kesenian khas desa.

Tak harus menunggu Ramadan untuk bisa menyaksikan keseruan grup patrol sahur ini karena kini kapanpun dan siapapun bisa menghadirkan mereka.

Inilah keunikan sahur di desa ini. Beberapa gang di desa memiliki grup patrol sahur sendiri, seperti Gang Papat Telu dan Sawunggaling yang terkoordinir rapi serta siap tampil dalam beberapa even. Mulai dari hajatan pemerintah desa, acara ulang tahun, pernikahan desa setempat sampai panggilan khusus ke tetangga kecamatan.

Termasuk adu tampil bersama dalam acara ulang tahun warga, Minggu (15/5/2016) lalu itu. Grup patrol sahur tampil menarik dipimpin ibu RT setempat sebagai mayoret. Aksi tersebut mampu menyihir ratusan penonton di sepanjang jalan yang dilalui grup patrol sahur ini.

Personel patrol sahur kebanyakan dari kumpulan keluarga mulai dari anak, adik, kakak, ibu, bapak, hingga nenek ini memiliki terdapat beberapa poin keunggulan.

Di antaranya poin sosial kemasyarakatan. Dengan personel sejumlah anggota keluarga yang memiliki peran berbeda, dari mayoret, penari anak, remaja hingga ibu-ibu, penabuh bambu anak, remaja hingga pemain keyboard, dan drum untuk bapak-bapak, menyatukan keluarga dengan warga lainnya.

Poin hiburan dan dakwah. Dari musik yang disajikan bukan hanya bernuansa pop, dangdut atau lagu anak-anak, namun ada penekanan pada lagu religi sebagai salah satu strategi dakwah Islam.

Di samping sajian musik beserta alatnya yang menunjukkan kreativitas, tampilan kelompok patrol sahur ini terbilang unik dan bernilai seni. Mulai dari dandanan wajah, seragam atau atribut yang dikenakan hingga jam terbang tinggi karena sering tampil menyemarakkan berbagai acara menjadikan patrol sebagai seni khas andalan Desa Mojoanyar, Jombang.

Sumber: Surya Cetak
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved