Berita Sidoarjo

Wabup Sidoarjo Berani Membanting Dandim, Ini yang Sebenarnya Terjadi

Bupati Sidoarjo Saiful Illah berperan sebagai Bupati Tjondronegoro. Nur Ahmad berperan sebagai Kozen, tangan kanan KH Mukmin yang dimainkan oleh Menpo

Wabup Sidoarjo Berani Membanting Dandim, Ini yang Sebenarnya Terjadi - berita-sidoarjo-drama-perjuangan-kh-mukmin_20160529_192239.jpg
irwan
Drama perjuangan KH Mukmin yang mengisahkan pemberontakan di Sidoarjo, 27 Mei 1903.
Wabup Sidoarjo Berani Membanting Dandim, Ini yang Sebenarnya Terjadi - berita-sidoarjo-drama-perjuangan-kh-mukmin-gedangan_20160529_192505.jpg
irwan
Perempuan juga terlibat dalam drama perjuangan KH Mukmin yang mengisahkan pemberontakan di Sidoarjo, 27 Mei 1903.

SURYA.co.id | SIDOARJO - Apa jadinya jika para anggota Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) bermain drama?

Mereka harus mengikuti skenario. Adegan perkelahian hingga dibanting sekalipun harus dilakoni, seperti yang diperankan Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad dan Dandim 0816 Letkol (inf) Andre Julian.

Drana yang dimainkan para Forpimda ini berjudul Perjuangan KH Mukmin. Digelar di Alunn-alun Sidoarjo, Sabtu malam (29/5/2016), pagelaran drama ini dimainkan dalam rangka acara puncak 93 tahun Nahdlatul Ulama (NU) yang diprakarsai PBNU Cabang Sidoarjo.

Bupati Sidoarjo Saiful Illah berperan sebagai Bupati Tjondronegoro. Nur Ahmad berperan sebagai Kozen, tangan kanan KH Mukmin yang dimainkan oleh Menpora Imam Nahrawi.

Andre Julian bermain sebagai komandan pasukan Belanda, sementara Ketua DPRD Sulamul Hadi Nurmawan menjadi Gubernur Jenderal Belanda, dan Kapolres Sidoarjo AKBP Anwar Nasir sebagai Ir Soekarno.

Saat peperangan memuncak, Kozen berduel dengan Komandan Andre. Tak pelak adegan pertarungan satu lawan satu ini menjadi sorotan warga Kota Delta yang menonton.

Komandan Andre menembak Kozen. Dengan kecepatan kilat, Kozen berhasil menghindari desingan peluru. Kontan saja hal ini membuat Komandan Andre naik pitam dan menantang Kozen berkelahi hingga mati.

Kozen memakai jurus silat, sementara Komandan Andre memakai teknik perkelahian tinju ala Barat. Saling pukul dan tendang mewarnai perkelahian keduanya.

Namun dalam satu kesempatan, Kozen berhasil mengunci Komandan Andre. Dengan sigap, dorongan yang dikombinasikan dengan sapuan kaki kanan membuat Komandan Andre terbanting dan tak berkutik.

Momen ini menjadi titik kemenangan KH Mukmin mengusir penjajah Belanda dari wilayah Gedangan.

Halaman
12
Penulis: Irwan Syairwan
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved