Berita Surabaya

Serunya Royokan Tumpeng di Sedekah Bumi Desa Sumur Welut

Warga Dukuh Pesapen, Desa Sumur Welud, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya menggelar tradisi sedekah bumi, Minggu (29/3/2016).

Serunya Royokan Tumpeng di Sedekah Bumi Desa Sumur Welut
surya/rorry nurmawati
Tarian Tradisional yang mengiringi pagelaran sedekah bumi di Punden Pesapen, Minggu (29/5/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA -  Warga Dukuh Pesapen, Desa Sumur Welud, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya menggelar tradisi sedekah bumi, Minggu (29/3/2016).

Tradisi sedekah bumi yang biasa disebut ruwah desa sebagai ungkapan rasa syukur atas kelimpahan rizki yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa.

Bagi masyarakat Pesapen, ritual ini wajib dilakukan pada bulan ruwah.

Di bulan itu, semua warga dengan senang hati menikmati kebersamaan melalui tradisi ini.

Kebersamaan yang dimaksud seperti keseruan saat mengambil sajian tumpeng yang khusus dibuat pada waktu sedekah bumi.

Tumpeng itu berisi makanan hasil panen selama satu tahun terakhir, yang kemudian dinikmati secara bersama seluruh warga.

"Setelah di doakan, warga tanpa disuruh pasti langsung menyerbu tumpeng yang sudah ada," kata Tokoh Masyarakat Pesapen MN Lapson, Minggu (29/5/2016).

Mulai dari anak kecil sampai orang tua, turut hadir dalam sedekah bumi yang digelar rutin setiap tahun.

Kegiatan sedekah bumi ini, selain untuk mengenalkan kepada para anak cucu, juga untuk menumbuhkan rasa kebersamaan di antara para warga.

"Yang biasa ditunggu waktu sedekah bumi itu, keroyokan tumpengnya. Karena jarang-jarang kita kumpul seperti ini," kata Ayu seorang warga Pesapen.

Jajanan pasar yang dibuat untuk acara sedekah bumi seperti pasung, dumbek, bugis, dan masih banyak yang lainnya.

Di akhir acara, biasanya menyelenggarakan suatu kesenian, pagelaran reog, jaranan, ludruk dan masih banyak lainnya.

Penulis: Rorry Nurwawati
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved