Hukum Kriminal Surabaya

3 Pria Naik Motor Mio Keliling Kampung di Surabaya, Tepergok Saat Curi Sepeda Angin

#SURABAYA - Rata-rata, setiap menjual hasil curian uang yang didapatkan sekitar Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu.

3 Pria Naik Motor Mio Keliling Kampung di Surabaya, Tepergok Saat Curi Sepeda Angin
rorry nurmawati
Komplotan maling sepeda yang dibekuk anggota Reskrim Polsek Rungkut, Surabaya, Sabtu (28/5/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Aksi pencurian yang terus menghantui Kota Surabaya khususnya di wilayah hukum Polsek Rungkut, kini berangsur turun.

Selama satu bulan, anggota Reskrim Polsek Rungkut berhasil mengungkap lima kasus pencurian selama satu bulan terakhir dengan sembilan pelaku.

Setelah sebelumnya kasus pencurian laptop, iPhone, dan dompet, kali ini anggota crime hunter berhasil menangkap tiga kawanan pencuri sepeda angin. Ketiganya diamankan saat beraksi di kawasan Gununganyar Lor II, Surabaya.

Saat itu, ketiga kawanan yakni Andik Suliswanto (20) warga Penjaringan Gang 3, Deny Anggara Putra (18) dari Penjaringan Sari dan Moch Suhanda (24) warga Rungkut Lor, menyatroni rumah MK (37), warga Gununganyar Lor Pondok Pesantren Al Bisri Rungkut.

Tak heran, ketiga pelaku yang mengendarai motor Yamaha Mio protolan Nopol L 6089 CZ, tertangkap basah.

Berdasarkan dari pengakuan pelaku, aksi pencurian itu bukan kali pertama yang dilakukan. Sebab, ketiga sahabat ini sudah enam kali beraksi di kawasan Rungkut.

Mereka memilih sepeda angin yang terparkir di halaman rumah tanpa berpagar. Hal ini untuk memudahkan mereka kabur saat ketahuan.

Setiap kali mencuri, sebelumnya mereka berkeliling terlebih dahulu mencari mangsa dengan berboncengan tiga. Setelah menemukan sasaran empuk, Andik bertugas sebagai eksekutor dalam setiap aksinya.

Sedangkan kedua temannya berjaga dan melihat kondisi untuk memastikan keadaan di sekitar sasaran aman.

Dari pengakuan Andik, aksi nekat itu diperbuat lantaran untuk tambahan biaya lamaran. Nahas, aksinya keburu diketahui oleh korban.

"Saya pengangguran belum punya pekerjaan, tapi butuh biaya untuk lamaran minggu depan," dalihnya saat ditemui SURYA.co.id.

Bila beruntung, hasil curian itu akan dijual dan uangnya akan dibagi rata. Rata-rata, setiap menjual hasil curian uang yang didapatkan sekitar Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu.

"Dibagi semua, terkadang dapat jatah Rp 200 ribu dari jual sepeda," katanya.

Meskipun masih ada seorang pelaku yang kabur, Kanitreskrim Polsek Rungkut AKP Akhyar terus berupaya mengejar. Sebab, identitas dan ciri-ciri kpelaku sudah dikantongi.

"Kami masih kembangkan, dan berupaya mengejar seorang buron dari komplotan mereka ini yang sudah meresahkan masyarakat," tegas dia. 

Penulis: Rorry Nurwawati
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved