Persela

Tim Persela Laiknya Kertas Koran yang Jatuh ke Air, Ini Pembenahan yang Dilakukan Didik Ludianto

Asisten pelatih Persela, Didik Ludianto, langsung menggembleng anak asuhnya dengan penguatan mental pasca ditinggalkan sang pelatih kepala

Tim Persela Laiknya Kertas Koran yang Jatuh ke Air, Ini Pembenahan yang Dilakukan Didik Ludianto
foto: surya/ervan hazransyah
Pemain Persela Eky Taufik Febrianto (30) lolos dari hadangan beberapa pemain Persipura dalam laga di Stadion Surajaya Lamongan, Senin (23/5/2016). 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Asisten pelatih Persela, Didik Ludianto, langsung menggembleng anak asuhnya dengan penguatan mental pasca ditinggalkan sang pelatih kepala, Stefan Hansson.

Pada latihan pamungkas sebelum bertolak ke Padang, Didik berusaha membangkitkan mental bertanding pemainnya yang terpuruk usai kalah beruntun di empat pertandingan terakhir.

"Kami mengibaratkan tim kami sebuah surat kabar yang jatuh di air. Kalau diangkat satu persatu, jelas surat kabar ini akan rusak. Agar tak rusak, kami harus bisa mengangkatnya secara bersama-sama. Baru dijemur dan bisa dibaca. Sama dengan kertas itu, pertama yang akan dibenahi adalah mengangkat mental pemain terlebih dahulu," ujar Didik kepada Surya Online, Rabu (25/5/2016).

Pada matchday selanjutnya, Persela akan menghadapi satu di antara tim kuat di Indonesia Soccer Championship, Semen Padang.

Sejauh ini, Semen Padang telah mengemas dua kemenangan dan dua kali kalah.

Satu di antara kemenangan itu, didapatkan Semen Padang saat melawan Persipura Jayapura, tim yang justru mengalahkan Persela di matchday terakhir.

Hal ini menurut Didik seharusnya tak menjadi beban bagi pemainnya.

"Semen Padang memang bermain sangat bagus di kandang. Dua kali main di kandang, dua kali pula mereka menang. Namun, jangan tutup mata pula, bahwa mereka juga pernah kalah dua kali. Ini yang seharusnya menjadi motivasi pemain kami," lanjut Didik.

Selain penguatan mental timnya, latihan yang berlangsung pada pagi hari ini juga menjadi ajang perpisahan bagi Stevan Hansson.

Secara khusus, Hansson datang ke Stadion Surajaya, Lamongan, untuk terakhir kalinya sebagai pelatih Persela dengan memberikan ucapan perpisahan kepada para mantan pemainnya.

Secaa dramatis, satu persatu mantan pemainnya pun silih berganti berpelukan dengan pelatih yang juga pernah membesut Mitra Kukar ini. Begitu pula dengan mantan asistennya, Didik.

"Kami mendapatkan banyak pelajaran dari pelatih Stevan Hansson. Memang, selama ini kami kurang optimal dalam mendapatkan hasil, namun tetap saja, sudah banyak yang diajarkan oleh coach Hansson," ujar Didik.

"Pengunduran dirinya merupakan sebuah bentuk profesionalitas. Sama halnya dengan bekerja di sebuah perusahaan, resiko seorang karyawan untuk diberhentikan bisa menimpa siapa saja. Itu sebuah kewajaran," tutup Didik.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved