Berita Gresik
Pasar Tradisional, Tempat Belanja Ramah Kantong yang Kondisinya Semakin Memprihatinkan
Banyak sekali pedagang yang meluber ke halaman dan pinggir-pinggir jalan, sehingga terkesan semrawut.
Penulis: M Taufik | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | GRESIK – Kumuh, bau tidak sedap, dan semrawut. Tiga hal ini sepertinya tidak lepas dari kondisi pasar tradisional di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Gresik.
Bahkan, bangunan sejumlah pasar tradisonal di Gresik malah sudah masuk kategori tidak layak.
Terhitung ada tujuh pasar tradisional di Gresik yang dikelola pemerintah setempat.
Di antaranya Pasar Kota, Pasar Baru, Sidayu, Dukun, Sidomoro, Pasar Giri dan Pasar Driyorejo.
Hampir semua, pasar-pasar itu kondisinya hampir sama, sudah memprihatinkan.
Pasar Baru misalnya. Meski berada di dekat pusat kota Gresik, pasar yang berdiri sejak 1988 ini akses jalannya terbilang sangat sempit.
Sejak diambil alih Pemkab Gresik tahun 1997, pusat perbelanjaan seluas 16.000 meter persegi itu nyaris tak pernah diperbaiki.

“Atap pasar, talang dan sebagainya banyak yang bocor saat hujan. Stand-stand juga mulai rapuh, dan fasilitas saluran air di dalam maupun di luar juga terbilang sangat kurang. Dan saat hujan, jalannya juga becek,” kata seorang pedagang di sana.
Di pasar yang beroperasi 24 jam ini, banyak sekali pedagang yang meluber ke halaman dan pinggir-pinggir jalan, sehingga terkesan semrawut.

Terhitung ada 1.361 stand dengan jumlah pedagang sekitar 795 orang, plus sekitar 300 pedagang kaki lima yang saban hari berjualan di pasar yang terletak di jalan Gubernur Suryo tersebut.
Tak jauh berbeda dengan kondisi Pasar Kota. Akses jalan yang sempit membuat pengunjung harus rela berdesakan saat berbelanja di sana.
Apalagi, ketika pasar sedang ramai. Kondisi ini terjadi karena banyak pedagang yang menggelar dagangannya di akses jalan.
“Karena harganya lebih miring, ya harus rela seperti ini,” jawab Imam, seorang pedagang makanan ringan yang kerap kulakan di pasar yang berada di jalan Samanhudi Gresik tersebut.
Pemandangan serupa juga terlihat di Pasar Sidayu. Pusat perbelanjaan tradisonal yang menampung 486 kios atau stand itu juga terkesan semrawut.
Demikian halnya di pasar-pasar tradisional lain di Gresik, yang kondisinya terbilang kurang tertata dan semakin memprihatinkan.
Alhasil, suasana belanja di pasar tradisional masih jauh dari kata nyaman. Padahal, selain mencari barang dengan harga murah, pembeli juga sangat butuh kenyamanan saat berbelanja.
Jika kondisi seperti itu terus dibiarkan, tidak menutup kemungkinan pasar tradisional bakal ditinggal pengunjungnya.
Apalagi, perkembangan pasar modern yang terus meningkat dan meluas di berbagai wilayah.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-gresik-pasar-tradisional_20160524_095112.jpg)