DPRD Surabaya

Surabaya Mulai Koordinasi Perda Kawasan Tanpa Rokok dengan Kementrian Kesehatan

#SURABAYA - Cara yang preventif lebih baik dikedepankan, karena memang belum ada pelanggarnya yang dibawa sampai ke pengadilan.

magdalena fransilia
ARSIP - Para aktivis pro larangan merokok berdiskusi di Convention Hall lantai 7 RS Khusus Infeksi Unair kampus C Jalan, Mulyosari Surabaya, Selasa (19/5/15). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Setelah didok dalam rapat paripurna pada Jumat (20/5/2016) lalu, Panitia Khusus (Pansus) untuk pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR), segera melakukan tugasnya.

Tahap pertama, pembahasan awal akan dilakukan dengan melakukan koordinasi dan meminta penjelasan di Kementrian Kesehatan RI di Jakarta.

"Terutama terkait Undang-Undang (UU) nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, yang di dalamnya mengatur kawasan tanpa rokok ini," jelas Chusnul Chotimah, anggota Pansus KTR, saat ditemui di Komisi D DPRD Kota Surabaya, Senin (23/5/2016).

Lebih lanjut, Chusnus menyebutkan, hal itu sangat mendasar, mengingat UU itu akan menjadi landasan hukum Raperda.

Pihaknya juga akan menanyakan soal definisi tempat kerja dan tempat umum, yang termasuk dalam KTR.

“Tempat kerja dan tempat publik yang seperti apa? Apakah yang masuk kategori itu tempat kerja yang rentan bahaya seperti pabrik, industri atau sejenisnya karena di sana ada api, asap,” lanjut Chusnul.

Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, kriteria tempat kerja apa juga yang berkaitan dengan pelayanan publik, atau perbankan yang memang tak diperbolehkan orang merokok.

“Kemudian, apa kalau perda ini diberlakukan, otomatis sudah tak boleh mendesain smoking area,” katanya.

Ia menegaskan, jika sudah tak ada smoking area bagaimana dengan perokok aktif?

Persoalannya, lanjutnya, apakah mereka harus keluar gedung jika ingin merokok. Meski ia mengakui merokok aktivitas untuk mendapatkan kenikmatan sendiri namun Chusnul berharap, para perokok juga jangan sampai terdiskriminasi.

Halaman
123
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved