Berita Bojonegoro

DBH Migas Bojonegoro Menurun, Pemkab Perkirakan Rp 1,2 Triliun, ternyata hanya Rp 800 Miliar

Penerimaan DBH Migas sebesar itu lebih kecil dibandingkan perkiraan pihak Pemkab yang mempekirakan Rp 1,2 triliun.

DBH Migas Bojonegoro Menurun, Pemkab Perkirakan Rp 1,2 Triliun, ternyata hanya Rp 800 Miliar
surya/Iksan Fauzi
foto ilustrasi pengeboran minyak. 

SURYA.co.id | BOJONEGORO - Dana bagi hasil minyak dan gas bumi (DBH Migas) diberikan kepada daerah-daerah yang wilayahnya terdapat kekayaan migas.

Tak terkecuali Pemkab Bojonegoro yang kekayaan migasnya menjadi tumpuan nasional.

Tahun ini, Pemkab Bojonegoro diperkirakan menerima DBH Migas sekitar Rp 800 miliar. Penerimaan itu dengan perkiraan harga minyak mentah dunia kisaran 40 dolar per barrel.

Penerimaan DBH Migas sebesar itu lebih kecil dibandingkan perkiraan pihak Pemkab yang mempekirakan Rp 1,2 triliun.

Asumsi pendapatan sebesar itu apabila harga minyak mentah kisaran 100 dolar per barrel, seperti tahun 2014.

“Penerimaan DBH Migas tahun ini memang tidak sesuai perkiraan, setelah dikoreksi penerimaan DBH Migas hanya sekitar Rp 800 miliar,” kata Ibnu Suyuthi, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah (BPKKD) Kabupaten Bojonegoro, Jumat (20/5/2016).

Pendapatan dari sektor migas tersebut diberikan setiap tiga bulan sekali, masing-masing sebesar 25 persen hingga 30 persen.

Penerimaan itu berasal dari produksi minyak mentah dari lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, saat ini rata-rata 180.000 barel per hari, produksi lapangan minyak Sukowati 16.000 barel per hari.

Sebelumnya, Bupati Bojonegoro, Suyoto mengungkapkan, sebagian penerimaan DBH Migas disisihkan untuk dana abadi migas yang diperuntukkan bagi generasi di masa mendatang.

Penyisihan itu rencananya dilakukan mulai tahun ini, besarnya sekitar Rp 100 miliar.

“Penyimpanan dana abadi migas akan diatur dalam peraturan daerah,” ungkapnya.

DBH migas selama ini digunakan untuk meningkatkan sumber daya manusia Bojonegoro.

Di antaranya memberikan dana Rp 2 juta kepada masing-masing siswa SMA/SMK/Madrasah Aliyah untuk kebutuhan sekolahnya.

Selain digunakan untuk sektor pendidikan, dana migas juga digunakan untuk membangun infrastruktur di Bojonegoro seperti jalan dan jembatan, serta mendorong peningkatan perekonomian di pedesaan.

Penulis: Iksan Fauzi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved