Breaking News:

Berita Lamongan

Versi Kemenag, Nama Lamongan Moncer Sampai di Pusat

“Kabupaten Lamongan sudah terkenal dimana-mana, bahkan sudah dibilang Lamongan sudah meng-Indonesia dengan berbagai programnya. Kami tertarik belajar

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Yoni
hanif manshuri
Sekretaris Pemkab Lamongan, Yuhronur Efendi, saat melepas para karyawan yang purnatugas sebagai PNS di Pendapa Lokatantra, Rabu (30/12/2015). 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Program pemberdayaan masyarakat di Lamongan rupanya sudah menjadi contoh bagi daerah lain, bahkan untuk instansi pusat.

Lamongan dianggap memiliki program inovatif sehingga mampu membuat perubahan.

Kepala Badan Diklat Keagamaan Jakarta, Aden Daenuri mempertegas itu saat membawa 30 orang peserta Benchmarking Diklatpim IV Angkatan XXVIII Balai Diklat Keagamaan Jakarta diterima Sekkab Yuhronur Efendi di Ruang Pertemuan Sasana Nayaka Sekretariat Daerah Kabupaten Lamongan, Rabu (18/05).

“Kabupaten Lamongan sudah terkenal dimana-mana, bahkan sudah dibilang Lamongan sudah meng-Indonesia dengan berbagai programnya. Kami tertarik belajar bagaimana pemberdayaan masyarakat Lamongan sehingga dapat membuat perubahan,"ungkap Aden Daenuri kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Peserta diklat tersebut, jelas Aden Daenuri, dituntut untuk melahirkan yang mampu membuat perubahan.

“Kami ingin mengadopsi dan mengadaptasi program-program pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Lamongan yang membuat Lamongan dapat berubah menjadi seperti sekarang ini,"ujarnya.

Sementara Yuhronur Efendi menyebutkan sejumlah program inovatif di Lamongan, seperti Lamongan Green and Clean (LGC) di Badan Lingkungan Hidup dan Program Gemerlap di Badan Pemberdayaan Masyarakat.

LGC, ungkap Yuhronur, mampu meningkatkan partisipasi dan kesadaran masyarakat dalam mengolah sampah, sehingga dapat meningkatkan kemampuan ekonomi serta berlomba menjadi yang terbaik di bidang lingkungan hidup.

Sedangkan pada Program Gemerlap, Pemkab mendorong pertumbuhan potensi ekonomi yang sudah ada di masyarakat pedesaan untuk semakin tumbuh dan meningkatkan kesejahteraan di desa.

“Program Gemerlap ini melibatkan lintas SKPD di Lamongan dengan bidang garap yang beranekaragam, sesuai potensi yang sudah ada di desa, seperti bidang pertanian, perikanan, dan peternakan," jelas Yuhronur Efendi kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Setelah melakukan diskusi, rombongan peserta diklat dijadwalkan akan mengunjungi Pondok Pesantren Sunan Drajat.

Peserta Diklat berasal dari beberapa instansi yakni Kanwil Kalimanta Barat, Kanwil Banten, Kanwil DKI Jakarta, Ditjen Bimas Islam, Kristen, Hindu, dan Budha, Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta dan IAIN Pontianak.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved