PON Jabar 2016
Ada Perpecahan dalam Persatuan Tenis Meja, Ini Sikap KONI Jatim
#SURABAYA - Ada perpecahan dalam kepengurusan Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) pusat: kubu Marzuki Alie versus Oegroseno.
Penulis: Dya Ayu | Editor: Yuli
SURYA.co.id | SURABAYA - Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur cabang Tenis Meja memastikan untuk mengikuti KONI pusat saat mengikuti PON Jabar 2016.
Seperti sebelumnya, ada perpecahan dalam kepengurusan Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) pusat: kubu Marzuki Alie versus Oegroseno.
Hal tersebut juga membuat ada dua pra-PON, versi Marzuki Alie di Bandung dan versi Oegroseno di Bali.
Ketua harian KONI Jatim, M Nabil, mengatakan, Jatim berada dalam posisi netral memilih untuk mengikuti kedua pra-PON tersebut untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.
"Yang jelas kami ikut KONI Pusat, saat ini tidak mungkin ada dualisme lagi, dan jelas Jatim tidak ada urusan dengan itu, posisi Jatim tetap netral,” kata Nabil di gedung KONI Jatim, Senin (16/5/2016).
Sementara itu, Agus Winarto salah satu pelatih tenis meja Jatim, menyatakan, dari hasil kedua pra PON tersebut nantinyadimasukkan dalam PON.
"Kami waktu itu ikut dua-duanya, jadi tidak khawatir karena jika salah satu diakui, kami sudah siap. Namun, saya melihat kayaknya yang diakui ini yang Bandung, tapi katanya di PON nanti, beberapa hasil yang di Bali akan juga diikutkan, diihat saja yang penting kami berjalan menggunakan mekanisme dan aturan yang benar,” ujar Agus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/atlit-paling-tua-tenis-meja_20160211_155330.jpg)