Berita Gresik
PDAM Gresik Siapkan Aplikasi Android untuk Cek Meteran
#Gresik Program itu, lanjut Muhammad, Direktur Utama (Dirut) PDAM Gresik, sekarang sudah masuk tahapan lelang.
Penulis: M Taufik | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.co.id I GRESIK - Selain aliran air yang sering mampet, pencatatan meteran air juga banyak dikeluhkan pelanggan PDAM Gresik.
Dengan alasan itulah, BUMD ini mulai menyiapkan sistem baru untuk mencatat meteran pelanggan.
Muhammad, Direktur Utama (Dirut) PDAM Gresik menyampaikan bahwa sistem baru yang disiapkannya adalah pengecekan meteran menggunakan gadget berbasis Android.
"Petugas cukup mengecek menggunakan gadget-nya, seperti memotret atau scand barcode, kemudian data dari meteran pelanggan akan langsung muncul di server yang ada di kantor PDAM," ungkapnya, Minggu (15/5/2016).
Dengan sistem ini, kata dia, petugas dan pelanggan tidak perlu lagi berselisih pendapat terkait angka meteran. Karena, data yang masuk sudah sesuai dengan apa yang tertera pada meteran alias sesuai dengan jumlah air yang dipakai pelanggan.
"Selain untuk meningkatkan pelayanan, ini juga merupakan upaya kami untuk memperbaiki kinerja petugas PDAM," papar Muhammad.
Program itu, lanjutnya, sekarang sudah masuk tahapan lelang. Diharapkan, proses tender segera tuntas dan proyek penggunakan perangkat android untuk pengecekan meteran PDAM dapat segera diimplementasikan.
"Selain itu, PDAM Gresik juga sedang menyiapkan program-program jangka pendek dan jangka menengah untuk meningkatkan kapasitas dan pelayanan air ke masyarakat," lanjutnya.
Saat ini PDAM Gresik memiliki sekitar 94.000 pelanggan, yang terdiri dari 90 persen pelanggan rumahan dan 10 persennya industry. Rinciannya, pelanggan industry menyedot sekitar 16 persen dari total produksi PDAM Gresik.
Tarifnya, industri Rp 13.000 per meter kubik, sementara pelanggan rumah tangga hanya Rp 1.225 per meter kubik.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-gresik-jatim-muhammad_20160510_204951.jpg)