Berita Gresik

Kurangi Anak Main Game, Karang Taruna di Gresik Dirikan Taman Baca Buku

Ternyata tempat ini mendapat dukungan warga," kata Usamah saat grand opening Taman Baca 'Dadali' kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Minggu (15/5/

Kurangi Anak Main Game, Karang Taruna di Gresik Dirikan Taman Baca Buku
surya/sugiyono
MEMBACA - Anggota Karang Taruna, RT 1,RW VII, Desa Pongangan, Kecamatan Manyar, Gresik mengacari anak-anak 

SURYA.co.id | GRESIK - Menumbuhkan anak gemar membaca di tengah perkembangan teknologi dan komunikasi bukan hal yang mudah.

Anak-anak sekarang lebih suka main game dan jejaring sosial dari pada membaca buku.

Perjuangan agar anak-anak gemar membaca ini dibuktikan Usamah (40), warga Jl Kayu, Gang VIII C, Perumahan Pongangan Indah (PPI), Desa Pongangan, Kecamatan Manyar, Gresik.

Bersama Karang Taruna, tingkat Rukun Warga (RW), Desa Pongangan, Kecamatan Manyar, membangun sebuah gubuk ukuran 2X6 meter di pekarangan kosong milik warga yang belum dibangunan rumah.

Bangunan tersebut diisi berbagai jenis buku bacaan. Mulai dari buku tentang ilmu pengetahuan, novel, keterampilan, buku ilmu agama dan buku cerita berisi pesan moral. Sudah ada 250 judul buku.

'Gubuk atau rumah baca' yang diberi nama 'Dadali' ini mulai buka tiap hari. Usamah sebagai ibu rumah tangga harus bergantian dengan Karang Taruna.

"Melihat anak-anak saya itu mulai terpengaruh oleh gadjet. Tapi saat ada pameran buku selalu beli buku. Akhirnya saya buatkan tempat membaca buku ini agar gemar membaca. Ternyata tempat ini mendapat dukungan warga," kata Usamah saat grand opening Taman Baca 'Dadali' kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Minggu (15/5/2016).

Upaya membuat taman baca atau gubuk baca itu dilakukan dengan menyisihkan dana dari mengelola Bank Sampah. Uang sebesar Rp 500.000 digunakan untuk membangun tempat berteduh sekaligus menampung buku-buku bacaan.

"Dari hasil pengolaan Bank Sampah dan iuran anggota Karang Taruna. Akhirnya bisa membangun taman baca ini. Ide ini digaanak sejak 2013 tapi baru bisa terlaksana tahun ini," kata Ibu empat anak yang juga selaku inisiator 'rumah baca Dadali'.

Nama ruumah baca 'Dadali' yang artinya adalah Garuda.
"Diharapkan anak-anak yang membaca bisa terbang tinggi wawasannya. Membaca adalah jendela dunia, tapi jika anak-anak diserang oleh perkembangan teknologi berupa gadjet maka pikiran anak-anak akan tumpul dan tidak mempunyai pengetahun lebih. Bersyukur kegiatan ini didukung warga sehingga anak-anak bisa ada tempat untuk membaca," kata Usamah sambil didampingi anggota Karang Taruna kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Muhammad Agung Purnomo Aji (17), Ketua Karang Taruna, RT 1, RW VII, mengatakan bahwa untuk mengaktifkan taman baca akan diajak anggota karang taruna berkunjung dihari libur. Agung yang masih duduk di bangku SMA Negeri 1 Manyar, Kelas X ini mengakui bahwa kegiatan membaca sangat kurang.

"Teman-teman banyak yang aktif di media sosial dari pada aktif membaca di perpustakaan atau di tempat-tempat lain. Adanya teman baca ini sangat senang saya. Untuk mengaktifkannya nanti tiap hari Minggu atau hari libur akan ajak teman ke sini," kata Bambang.

Sementara, Kris Aji AW Ketua Forum Pengelola Perpustakaan Gresik (PustakaGres), mengatakan bahwa budaya membaca habangsa tumbuhkan sejak dini pada anak-anak generasi bangsa Indonesia.
"Kita dukung gerakan membaca ini. Sekecil apapun itu kita dukung. Sehingga nanti bisa terwujud Gresik sebagai kota literasi. Hal itu bisa terwujud jika gerakan gemar membaca ini tumbuh di tiap-tiap desa," kata Kris Aji AW yang juga Ketua Yayasan Masyarakat Pecinta Sejarah dan Budaya Gresik (Mataseger) saat mengikuti pembukaan taman baca 'Dadali'.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Sugiyono
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved