Berita Situbondo

Dinas Kesehatan Situbondo Pergunakan 'Whatsapp' untuk Tekan Angka Kematian Ibu Hamil

#Situbondo - inilah salah satu inovasi di Kabupaten Situbondo. Para bidan memanfaatkan fasilitas Whatssapp untuk menekan angka ibu hamil meninggal.

Dinas Kesehatan Situbondo Pergunakan 'Whatsapp' untuk Tekan Angka Kematian Ibu Hamil
SURYA.co.id/Adrianus Adhi
Whatsapp 

SURYA.co.id I SITUBONDO - Kepala Dinas Kesehatan Situbondo, Abu Bakar Abdi mengatakan angka kematian ibu di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur menurun.

Dari data mereka, pada tahun 2012, angka kematian ibu melahirkan berjumlah 19 orang dan pada 2013 angka kematian ibu menurun menjadi 17 orang.

Sedangkan 2014 angka kematian ibu ada 17 orang serta pada tahun pada 2015 angka kematian ibu menjadi 13 orang dari jumlah ibu melahirkan hidup atau selamat sebanyak 9.435 orang.

Lalu, pada Januari hingga April 2016 ada 3200 ibu yang melahirkan. Dari jumlah itu hanya lima ibu melahirkan yang meninggal dunia.

"Kami menargetkan pada 2016 angka kematian ibu melahirkan paling sembilan orang. Sebenarnya kamimenginginkan angka kematian ibu di Situbondo tidak ada," ujar Abu Bakar Abdi, Rabu (11/5/2016).

Menurutnya penyebab kematian ibu saat melahirkan, di antaranya akibat kejang-kejang atau darah tinggi sebelum melahirkan. "Kami hanya terus berusaha menekan AKI dengan cara melakukan pendampingan ibu hamil," katanya.

Abu menyebutkan, ada empat kategori rawan kematian ibu melahirkan, yakni terlalu muda atau umurnya kurang dari 20 tahun, ibu hami terlalu tua karena umurnya lebih dari 35 tahun, terlalu sering melahirkan atau melahirkan anak lebih dari tiga kali, dan yang terahir jarak melahirkan kurang dari dua tahun atau melahirkan normalnya minimal dua tahun.

"Penyebab kematian ibu melahirkan rata-rata karena usia muda di bawah 20 tahun dan organ-organ reproduksinya masih belum siap," jelasnya.

Untuk menekan angka kematian ibu melahirkan, Dinas Kesehatan Situbondo memiliki program gerakan terpadu penanganan angka kelahiran ibu (Gardu Penakib) melalui media sosial "Whatsapp" atau WA.

Hal ini sebagai wadah para bidan di Situbondo untuk berkonsultasi dan melaporkan perkembangan ibu hamil yang ada di wilayahnya.

"Seluruh bidan yang ada akan terus berkonsultasi untuk mengantisipasi awal bagi ibu hamil yang masuk kategori rawan meninggal dunia, serta bidan juga terus melakukan pendampingan bagi ibu hamil," pungkasnya.

Penulis: Izi Hartono
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved