Berita Surabaya

Wagub Jatim Salah Tingkah dan Kewalahan Layani Selfie Ratusan Bidan Cantik

#SURABAYA - Wagub asal Pasuruan ini pun mengembangkan senyum dan kumisnya saat selfie dengan para perempuan cantik

Wagub Jatim Salah Tingkah dan Kewalahan Layani Selfie Ratusan Bidan Cantik
faiq nuraini
Wagub Jatim, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat melayani foto selfie bersama ratusan bidan dari seluruh Jatim, Selasa (10/5/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf atau Gus Ipul kewalahan melayani ratusan bidan seluruh Jatim yang minta selfie.

Dengan menahan gemetar karena salah tingkah, Gus Ipul pun nurut. Wagub asal Pasuruan ini pun mengembangkan senyum dan kumisnya saat selfie dengan para perempuan cantik.

Sebanyak 300 perwakilan bidan yang masih berstatus pegawai tidak tetap (PTT) seluruh Jatim berkumpul di Dinkes Jatim, Selasa (10/5/2016).

Mereka curhat di hadapan Gus Ipul, Kepala Dinkes Jatim Harsono, anggota Komisi VI DPR RI, Rieke Diah Pitaloka  dan anggota DPRD Jatim, Agatha Retnosari.

Para bidan itu mendesak agar mereka bisa diangkat secara otomatis menjadi PNS. Satu per satu, para bidan itu bercerita. Begitu tuntas, bidan-bidan cantik itu menyerbu Gus Ipul. "Lho-lho.. Mau selfie. Ayo-ayo," sambut Gus Ipul dengan senyum dan kumis khasnya.

Salah satu bidan asal Gresik Malina pun menggelandang Gus Ipul di tengah-tengah kerumunan para bidan. "Mumpun ketemu Gus Ipul. Ya tidak ada salahnya berselfie. Bisa untuk penyemangat di tengah perjuangan kita menuntut menjadi PNS," ucap Malina.

Gus Ipul dan Pemprov Jatim menyatakan siap berjuang bersama-sama ribuan bidan agar status para pejuang kesehatan ibu dan anak di desa-desa itu menjadi PNS.

"Pengabdian dan pengalaman sudah cukup mengangkat teman-teman bidan. Pemprov akan mendorong pusat mengangkat mereka jadi PNS. Jatim masih memperlukan pemerataan bidan di setiap desa," kata Gus Ipul.

Para bidan pun menyambut riuh rendah dengan tepuk tangan. Saat Gus Ipul berdoa agar mereka bisa diangkat jagi PNS, suara amin keras dan kompak terdengar. "Kami sudah 11 tahun mengadi. Katanya mau ada tes komputer. Jelas kami tak menguasai. Jangan kami dipersulit," ucap Dwi Wulandari, bidan PTT asal Trenggalek.

Saat ini, seluruh bidan PTT didata kembali. Mereka dijanjikan pusat akan diangkat menjadi PNS secara bertahap. Namun harus melalui tes, termasuk tes dengan sistem komputer yang nilainya bisa langsung diketahui.

Anggota Komisi VI DPR, Rieke Dyah Pitaloka, berjanji akan memperjuangkan aspirasi ribuan bidan PTT untuk diangkat menjadii PNS. "Sebelum puasa sudah akan ada kepastian mekanisme pengangkatan itu," kata Oneng.

Wakil di DPR dari PDIP ini mengakui bahwa baru Provinsi Jatim yang kali pertama memberi dukungan politis. Kepala daerahnya sepakat memperjuangkan bidan PTT. Ini jelas dukungan politik yang luar biasa. Oneng berharap daerah lain mengikuti Provinsi Jatim.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved