Berita Pendidikan Surabaya
Peserta Unas Kesulitan Baca Simbol Matematika dalam Huruf Braille, Ini yang Dilakukan Pengawas
Pengawas dari SMA Luar Biasa pun harus membacakan beberapa soal dan menegaskan simbol yang dimaksud.
Penulis: Neneng Uswatun Hasanah | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | SURABAYA - Ujian Nasional (Unas) SMP juga dilaksanakan di Yayasan Pendidikan Anak Buta (YPAB) Jalan Gebang Putih no 5 Surabaya, mulai Senin (9/5/2016).
Sebanyak 5 siswa tuna netra mengikuti Unas dalam huruf braille. 2 siswa dari Surabaya, 1 dari Sidoarjo, 1 anak dari Madiun dan 1 dari Tulungagung.
Pelaksanaan berlangsung lancar dan tanpa kendala pada mata pelajaran Bahasa Indonesia yang berlangsung hari Senin.
Namun, Selasa (10/5/2016) beberapa soal harus dibacakan pengawas karena simbol matematika yang salah cetak.
"Ada beberapa simbol yang tidak sama pada huruf Braille jadi ada kesulitan meraba," tutur Eko Purwanto, kepala YPAB.
Sehingga, pengawas dari SMA Luar Biasa pun harus membacakan beberapa soal dan menegaskan simbol yang dimaksud.
"Tanda dan simbol matematikanya dicetak berbeda dengan yang mereka pelajari. Misalnya 3xa, biasanya ditulis 3 dan lima kali titik lalu huruf A dalam Braille, tapi di naskah ditulis 3XA dalam Braille," jelasnya.
Kesalahan tersebut berdampak pada peserta yang mengalami keterbatasan penglihatan sejak lahir.
"Ada dari mereka yang tuna netra setelah SD dan cukup kesulitan meraba Braille, apalagi jika terjadi kesalahan," tambahnya.
Peserta Unas ini diberi waktu yang sama seperti peserta reguler, yaitu pukul 07.30-09.30 wib.
"Semoga mereka semua bisa sukses dan bisa masuk ke SMA reguler," harap Eko.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-unas-smplb_20160510_162803.jpg)