Bandara Juanda

Berikut Kronologi yang Sebabkan Ribuan Penumpang Lion Air Tertahan di Bandara Juanda

#Surabaya Ribuan penumpang Lion Air masih tertahan di Bandara Juanda akibat mogok pilot maskapai ini di Jakarta hingga Selasa (10/5/2016) sore.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Adrianus Adhi
surya/nuraini faiq
Jadwal penerbangan Lion Air di Bandara Juanda, Rabu (23/12/2015). 

SURYA.co.id I SURABAYA - Ribuan penumpang Lion Air masih tertahan di Bandara Juanda akibat mogok pilot maskapai ini di Jakarta hingga Selasa (10/5/2016) sore.

Sejak Selasa pagi, ribuan penumpang berbagai tujuan penerbangan sudah membanjiri bandara, namun pesawat yang mereka tunggu tak juga ada di apron.

Baru sekitar pukul 15.00, para penumpang yang menumpuk di bandara itu mulai terangkut.

Berikut kronologisnya hingga kondisi Bandara Juanda semrawut dan penumpang menumpuk di bandara seharian.

Pukul 06.00 ribuan penumpang Lion dari berbagai kota di Surabaya dan Jatim sudah membanjiri Terminal 1 Bandara Juanda. Lion menguasai sekitar 70 persen penerbangan di bandara ini.

07.00 rata-rata menjadi jadwal penerbangan paling padat dan favorit. Namun para penumpang kaget karena diberi tahu bahwa pesawat delay.

08.00 muncul pemberitahuan kembali bahwa Lion lagi-lagi delay. Namun tak diberi tahu alasan delay. Penumpang mulai panik. Pesawat Lion di bandara juga tak tampak.

09.00 ribuan penumpang kian menumpuk. Ruang lobi luar Bandara Juanda dipadati penumpang. Begitu juga di ruang chek in juga dibanjiri penumpang. Sementara di ruang tunggu boarding lantai dua, ribuan yang lain kecewa karena berjam-jam delay.

11.00 pihak Lion mulai meredam emosi dan kepanikan penumpang dengan memberi kue dan minum.

12.00 kembali maskapai Lion memenuhi kewajibannya memberi makan karena delay lebih dari tiga jam.

13.00 sebagian penumpang sudah tak sabar karena terlanjur punya agenda penting, memilih refund (mengembalikan tiket untuk ditukar uang). Karena kecewa, mereka banyak beralih ke maskapai lain.

15.00. pesawat Lion sudah mulai berseliweran di Bandara Juanda. Namun delay berkepanjangan karena mata rantai delay ini terus hingga penerbagan berikutnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved