Berita Surabaya

Perusuh Minta Maaf kepada Ortu di Hadapan Risma, Mereka juga Janji Tak Mengulangi

Dari 89 orang perusuh yang sempat ditangkap anggota Polrestabes, hanya 67 orang memenuhi panggilan tersebut.

Perusuh Minta Maaf kepada Ortu di Hadapan Risma, Mereka juga Janji Tak Mengulangi
KOMPAS.com/KUSWATUN
foto ilustrasi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Polrestabes Surabaya mengumpulkan lagi perusuh Jembatan Suramadu di Mapolrestabes Surabaya, Minggu (8/5/2016).

Dari 89 orang perusuh yang sempat ditangkap anggota Polrestabes, hanya 67 orang memenuhi panggilan tersebut.

Para perusuh ini tidak datang sendirian ke Mapolrestabes. Mereka datang bersama orang tuanya. Perusuh yang masih berusia muda ini dan orang tuanya dikumpulkan di Gedung Polisi Istimewa Mapolrestabes.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Iman Sumantri hadir dalam pertemuan ini. Beberapa pejabat lain di lingkungan Mapolrestabes juga hadir dalam pertemuan ini.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Takdir Mattanete mengungkapkan pihaknya langsung berkomunikasi dengan Risma setelah menangkap 89 orang saat insiden di Jembatan Suramadu pada Sabtu (7/5/2016) dini hari.

Dalam komunikasi ini, pihaknya juga mengemukakan niat memanggil para perusuh itu bersama orangtuanya.

Ternyata Risma menyambut positif niat tersebut. Risma pun memastikan akan hadir dalam pertemuan tersebut.

“Kapolrestabes dan Bu Risma memberi wejangan kepada mereka dan orang tuanya,” kata Takdir.

Pria yang promosi menjadi Kapolres Tanjung Perak ini menambahkan pihaknya sengaja memanggil para perusuh bersama orang tuanya. Mayoritas para perusuh masih berusia muda. Bahkan ada yang masih duduk di bangku sekolah.

Takdir mengakui polisi tidak bisa mengawasi setiap aktivitas para anak muda di Surabaya.

Menurutnya, pemanggilan orang tua dalam pertemuan itu agar mereka mengawasi anak-anaknya. Orang tua harus mempertanyakan tujuan dan alasan anak keluar rumah. Apalagi bila anak keluar rumah pada malam hari.

Sebelum pertemuan berakhir, para perusuh itu diminta sungkem kepada orang tua masing-masing. Menurut Takdir, sungkem ini sebagai tanda mereka minta maaf kepada orang tua. Mereka juga diminta berjanji tidak akan mengulang lagi perbuatannya.

“Untuk motor yang disita, mereka baru bisa mengambilnya besok (Senin, red.),” tambahnya.

Perlu diketahui, Polrestabes menyita empat motor saat merazia di sekitar lokasi kerusuhan.

Tiga motor disita karena pemiliknya tidak dapat menunjukan dokumen kendaraan. Sedangkan satu motor lain disita karena tidak ada yang mengaku memiliki motor tersebut.

Penulis: Zainuddin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved