Ini Komentar Pelatih Persegres Liestiadi Terkait 'Insiden Tandu' Perseru Serui

Melihat hal tersebut, tim kesehatan pun langsung berlari menuju Alua dengan membawa tandu

Ini Komentar Pelatih Persegres Liestiadi Terkait 'Insiden Tandu' Perseru Serui
surya/bobby koloway
Suasana konferensi pers usai laga Persegres Gresik United melawan Perseru Serui di Stadion Petrokimia, Gresik, Sabtu (7/5/2016). 

SURYA.co.id | GRESIK - Ada sebuah kejadian menarik ketika Persegres Gresik United menghadapi Perseru Serui di Stadion Petrokimia, Gresik, Sabtu (7/4/2016).

Beberapa menit menjelang pertandingan berakhir. Gelandang Perseru, Septinus Alua, tiba-tiba mengerang kesakitan dengan memegangi kakinya usai berbenturan dengan satu di antara pemain Persegres.

Melihat hal tersebut, tim kesehatan pun langsung berlari menuju Alua dengan membawa tandu untuk melakukan penanganan cepat.

Untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut, Alua awalnya akan ditandu ke luar lapangan. Namun, di saat yang bersamaan, Alua justru memperlihatkan ekspresi menolak dan terkesan mengulur waktu pertandingan.

Karena waktu akhir pertandingan yang semakin dekat, dengan sedikit memaksa, Aloy pun akhirnya dibawa keluar menggunakan tandu.

Namun, karena masih merasa dirugikan, dirinya masih terus mengajukan protes ketika berada di atas tandu.

Akibat terlalu banyak bergerak itulah, satu di antara sisi tandu terlepas dari pegangan perawat pembawa tandu.

Tak pelak, Aloy pun terjatuh kembali ke tanah. Selanjutnya, Aloy kembali mengerang kesakitan, kali ini dengan memegangi punggungnya.

Bukannya mendapat belas kasihan, Ultras, suporter Persergres, justru memberikan tepuk tangan atas "tragedi" ini.

Secara khusus, Liestyadi pun ikut berkomentar pada kejadian ini. Dirinya bahkan menyebutnya "insiden tandu".

"Sepanjang pertandingan kan sangat terlihat mereka mengulur-ulur waktu. Terlebih ketika mereka unggul," ujar Liestyadi.

"Ketika injury time, kami memang mendapatkan tambahan waktu empat menit. Namun tiga menitnya habis untuk insiden tandu itu," sesal Liestyadi.

Bahkan, asisten pelatih Persegres, Sasi Kirono, sampai diusir dari pinggir lapangan karena mengajukan protes berlebihan terhadap peristiwa ini.

Dirinya pun memberikan pujian kepada wasit yang menurutnya berusaha lebih fairplay pada pertandingan ini.

"Pertandingan bola kan juga dilihat dari sisi entertain-nya. Kalau penontonnya disuguhi dengan banyak aksi seperti itu, kan sangat membosankan. Wasit memang berusaha fairplay, namun masih kurang dalam memperhatikan waktu seperti itu. Meskipun demikian, wasit kali ini lebih baik dari sebelumnya (ketika melawan Persela)," tandasnya.

Memang, bukan hanya Alua yang terlihat mengulur waktu pada pertandingan yang berakhir imbang, 1-1, ini.

Kiper Perseru, M Choirun Nasirin, juga dihadiahi kartu kuning karena terkesan melakukan hal serupa ketika hendak melakukan tendangan gawang pada menit ke 74.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved