Citizen Reporter

Mengadopsi Kembali Pemikiran KH Hasyim Asy’ari

tak diragukan lagi tinggalan pemikiran KH Hasyim Asyari banyak memengaruhi pemikiran para kiai dan intelektual muslim Indonesia...

Mengadopsi Kembali Pemikiran KH Hasyim Asy’ari
istimewa
KH Hasyim Asyari 

 

Reportase : Ittaqi Hayati Nufus
Santri PPP Walisongo Jombang/Mahasiswa Unhasy Tebu Ireng Jombang

KEBERADAAN Universitas Hasyim Asyari (Unhasy) Tebuireng Jombang, tak lepas dari perjuangan KH Hasyim Asyari. Jejaknya telah menjadikan langkah pencerahan kaum intelektual muda Indonesia. Senin, 2 Mei 2016, aula Bachir Ahmad di lantai tiga gedung KH M Yusuf Hasyim dipenuhi kiai dan para intelektual saat seminar internasional Sumbangsih Pemikiran KH Hasyim Asyari terhadap Umat Islam digelar.

Dihelat bersama Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia, seminar menghadirkan Syaikh Dr Ibrahim Sulaiman An-Nughoimshi (Duta Besar Arab Saudi), Prof Dr KH Ahsin Sakho Muhammad MA, KH Syukron Ma’mun yang menggantikan Prof Dr KH Mustafa Ya’kub MA, dan Dr H Miftahurrohim Syarkun MA.

Prof Haris Supratno, Rektor 1 Unhasy saat membuka acara mengingatkan, bagaimana pemikiran-pemikiran KH Asy’ari hingga detik ini menjadi rujukan umat Islam Indonesia, terutama di bidang agama, sosial, budaya dan politik.

Sementara KH Syukron Ma’mun menjelaskan hubungan antara NU dan Wahabi. Menurutnya, perbedaan tersebut harus dicarikan titik temu agar tidak terjadi pertumpahan darah. Hal itu sepertinya disepakati Duta Besar Arab Saudi, Syaikh Ibrahim yang mengatakan perbedaan NU dan Wahabi beda-beda tipis.

Sedangkan Prof Ahsin Sakho lebih menitikberatkan bahasan pada kecenderungan warga NU yang melupakan ajaran Hadratussyaikh KH M Hasyim Asyari.

Nama Hadratussyaikh sering disebut namun ajarannya jarang dikaji, apalagi diterapkan. Hal itu senada dengan ucapan Dr Miftahurrohim yang mengatakan, geliat mengkaji pemikiran ulama NU, sangat minim sekali. Untuk itu Dr Miftahurrohim mengajak mahasiswa Unhasy mulai mengkaji secara mendalam pemikiran Hadratussyaikh.

Sebelum acara diakhiri, diadakan dialog interaktif antara narasumber dan peserta seminar. Acara kemudian diakhiri dengan do’a yang dipimpin oleh KH Syukran Ma’mun dan penyerahan cinderamata oleh Prof Haris Supratno, Wakil Rektor I Unhasy kepada para narasumber.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved