Berita Sumenep

Bangunan SMA Ganggu Keselamatan Penerbangan di Bandara Trunojoyo, Ini yang Dilakukan Pemkab Sumenep

Kalau sudah selesai, nantinya jarak antara ujung landasan pacu pesawat dengan bangunan SMA PGRI itu sekitar 230 meter

surya/moh rivai
Pesawat Susi Air sebelum terbang perdana di Bandara Trunojoyo, Sumenep, Sabtu (2/5/2015) 

SURYA.co.id | SUMENEP - Tim Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Rabu (4/5/2016) mengecek kondisi bangunan SMA PGRI yang menjadi salah satu objek penghambat keselamatan penerbangan pesawat di Bandara Trunojoyo.

"Kegiatan ini tindak lanjut dari rapat, Selasa (3/5/2016) yang melibatkan otoritas Bandara Trunojoyo supaya mereka memberikan pemaparan kepada tim kami," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep Hadi Soetarto.

Sebelumnya, Pemkab Sumenep menggelar rapat untuk membahas posisi bangunan SMA PGRI yang menjadi salah satu "obstacle" keselamatan penerbangan pesawat di Bandara Trunojoyo, Selasa (3/5/2016)

Tahun ini, landasan pacu pesawat di Bandara Trunojoyo Sumenep diperpanjang dari 1.130 meter menjadi 1.600 meter dan diperlebar dari 23 meter menjadi 30 meter.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprogramkan perpanjangan dan pelebaran landasan pacu pesawat di Bandara Trunojoyo supaya bisa dimanfaatkan untuk aktivitas penerbangan pesawat berkapasitas 70 penumpang.

Proyek tersebut sudah dikerjakan oleh rekanan pelaksana dan ditargetkan selesai pada November 2016.

Kalau sudah selesai, nantinya jarak antara ujung landasan pacu pesawat dengan bangunan SMA PGRI itu sekitar 230 meter dan kondisi tersebut membahayakan aktivitas penerbangan pesawat dari dan ke Bandara Trunojoyo.

Tahun ini, pemerintah daerah mulai melakukan tahapan kegiatan untuk merelokasi bangunan SMA PGRI, yakni menyiapkan dana untuk membongkar bangunan lantai II di SMA PGRI dan membentuk tim penaksir harga.

Tim penaksir harga akan melakukan estimasi atau taksasi harga aset yang dimiliki SMA PGRI itu, karena pemerintah daerah akan membeli aset tersebut pada 2017.

"Melalui dana pengganti aset tersebut, pengelola SMA PGRI bisa membeli lahan dan membangun gedung baru. Kami berencana mengalokasikan dana pembelian aset SMA PGRI pada 2017," ujarnya.

Atok juga mengemukakan, pemerintah daerah memang menginginkan pola atau opsi pembelian aset supaya relokasi bangunan SMA PGRI berjalan lebih cepat.

"Nantinya, pembelian lahan dan pembangunan gedung baru untuk SMA PGRI akan dilakukan oleh pengelola SMA PGRI sendiri," katanya.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Sumber:
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved