Berita Bangkalan Madura

Apa Jadinya jika Jagung Madura Disilangkan dengan Jagung Sulawesi? Mahasiswa UTM Menjawabnya

"Kami lantas mendatangkan beberapa genotip jagung unggul dari Balitsereal Maros (Sulawesi) untuk disilangkan (hibrida) dengan galur unggul Madura."

Apa Jadinya jika Jagung Madura Disilangkan dengan Jagung Sulawesi? Mahasiswa UTM Menjawabnya
surya/ahmad faisol
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi H Mohamad Nasir (baju batik) didampingi Rektor UTM Muhammad Syarif meninjau stan pameran hibrida jagung Madura di Kampus UTM, Selasa (3/5/2016). 

Peluncuran jagung hibrida Madura dihadiri Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi H Mohamad Nasir, Bupati Pamekasan Achmad Syafii, Wakil Bupati Bangkalan Mondir A Rofii, dan sejumlah Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) empat kabupaten di Madura, Selasa (3/5/2016).

Rektor UTM Muhammad Syarif mengatakan, pengembangan jagung lokal Madura didasarkan atas ketersediaan areal tanam jagung seluas 360 ribu hektare yang terhampar di empat kabupaten di Madura.

"Mewakili 30 persen luas areal tanam jagung di Jawa Timur. Namun produktivitas di tingkat petani masih rendah, rata-rata 1,4 ton per hektare," ungkap Muhammad Syarif.

Produksi jagung di Madura mengalami peningkatan hingga mencapai 2,7 ton per hektare di tahun 2015.

Peningkatan produksi itu masih tergolong rendah dibandingkan dengan rata-rata produksi jagung di daerah lain di Jatim, kisaran 4,9 ton per hektare.

"Kami tengah melakukan pengembangan hibrida jagung Madura di Bangkalan dan Sumenep. Per hektarenya bisa mencapai 6,7 ton hingga 7 ton. Jika ini berhasil, kita tidak akan impor jagung lagi," tandasnya.

Sedang Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi H Mohamad Nasir menyatakan pengembangan jagung hibrida Madura tidak hanya meningkatkan upaya pencapaian produksi jagung nasional.

"Turunannya juga harus dikembangkan sehingga dari komoditas jagung itu sendiri bisa mempunyai nilai tambah. Jangan menargetkan peningkatan produksinya saja," ungkapnya.

Menurutnya, UTM harus lebih fokus lagi mengembangkan turunan jagung seperti halnya menciptakan corn oil yang bagus untuk kesehatan karena rendah kolesterol.

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved