Tenis Meja

Tim Beregu Tenis Meja Jatim Juara 3 di Wikanta Cup International

Setidaknya ada empat negara di luar Indonesia, yang ikut berpartisipasi pada turnamen ini. Mulai dari Malaysia, Thailand, Singapura, hingga China.

Tim Beregu Tenis Meja Jatim Juara 3 di Wikanta Cup International
bobby constantine koloway
Tim putra maupun putri tenis meja Jatim meraih juara ketiga di turnamen Wikanta Cup International Table Tennis Tournament 2016. 

SURYA.co.id | JAKARTA - Tim beregu tenis meja Jatim sukses mengharumkan nama daerah di kancah turnamen internasional, Wikanta Cup International Table Tennis Tournament 2016.

Jatim berhasil menempatkan atlet beregunya, baik putra maupun putri, sebagai juara ketiga kompetisi yang berlangsung sejak 28 April hingga 1 Mei 2016 tersebut.

Kemenangan tim tenis meja Jatim ini sudah tentu menjadi pendongkrak motivasi bagi para atlet. Sebab, mereka bukan hanya berhasil mengungguli tim dari provinsi lain se Indonesia, namun juga beberapa atlet dari luar negeri.
Di partai semi final, mereka kalah dari tim beregu asal China. Tim yang juga menjadi juara di kelas beregu.

Dengan hasil ini, tim pelatih pun mengungkapkan kegembiraannya. Menurut pelatih tenis meja Jatim, Agus Winarto, timnya telah menunjukkan perkembangan. Apalagi, timnya meraih juara ketiga dengan tak membawa target pada turnamen ini sebelumnya.

"Kami kan sebenarnya tanpa target main di sini (Wikanta Cup). Sebab, saya tahu, lawan mereka berasal dari level yang berbeda. Saya hanya meminta mereka bermain lepas dan bermain optimal," jelas Agus kepada SURYA.co.id, Senin (2/5/2016).

Sebagaimana diketahui, setidaknya ada empat negara di luar Indonesia, yang ikut berpartisipasi pada turnamen ini. Mulai dari Malaysia, Thailand, Singapura, hingga China.

Meskipun mengaku puas, pihaknya tetap melakukan evaluasi terhadap timnya. Terlebih pada pemain individu yang dianggap kurang meraih hasil maksimal pada turnamen yang berlangsung di Britama Sport Mall, Kelapa Gading, Jakarta ini.

"Apabila dibandingkan dengan pemain ganda kami, pemain individunya masih perlu banyak pembenahan. Mulai dari service, penempatan bola, hingga peningkatan kecepatan. Ini memang memerlukan kreativitas tinggi dibandingkan ganda," ujar Agus.

Oleh karena itu, di sisa empat bulan menjelang penyelenggaraan PON tersebut, tim pelatih akan berusaha memperbaiki sisi lemah ini.

"Mengetahui kelemahan pemain adalah satu di antara tujuan kami mengikuti turnamen ini. Sebab, kalau dalam latihan, biasanya tak terlihat sisi pemain ini. Nah, kami kan masih punya waktu empat bulan. Kami akan manfaatkan untuk pembenahan," jelasnya.

Satu di antara atlet beregu itu, M Husein, mengungkapkan kegembiraannya pasca meraih juara 3. "Kami sangat bersyukur bisa juara 3. Kami berhasil mengalahkan Malaysia sebelum akhirnya kalah melawan China. Ini modal berharga untuk PON mendatang," ujar Husein.

Wikanta Cup adalah ajang olahraga single event khusus tenis meja. Event ini terilhami oleh sosok Wikanta, atlet tenis meja senior yang juga pendiri Persatuan Tenis Meja Indonesia (PTMSI).

Ajang ini memperebutkan medali yang terbagi di beberapa kategori, yakni kadet putra, junior putra/putri, beregu putra/putri, invitasi putra/putri, dan kategori veteran (usia 55 tahun ke atas). Sebanyak 444 atlet mengikuti ajang ini.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved