Berita Surabaya

Antrean Panjang Masuk Rusunawa, Ketua DPRD Surabaya : Pengelola Harus Peka!

Lahan parkir itu dikomersialkan dengan harga sewa Rp 350.000 per mobil per bulan.

Antrean Panjang Masuk Rusunawa, Ketua DPRD Surabaya : Pengelola Harus Peka!
surya/ahmad zaimul haq
Rusun Urip Sumoharjo di antara gedung tinggi difoto dari Hotel Santika Pandegiling, Surabaya, Rabu (27/4/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA – Masih panjangnya antrean warga yang menginginkan tinggal di rumah susun sewa (rusunawa), menuntut pengelola harus makin peka.

Pasalnya, dijumpai para penghuni yang sudah memiliki mobil, tetapi masih tinggal di hunian vertikal ini.

Ketua DPRD Kota Surabaya, Armuji, mengungkapkan, praktik seperti itu tidak bisa dibiarkan.
Rusunawa Urip Sumoharjo yang berlokasi di Kelurahan Kaliasin, memang mematok harga sewa sangat terjangkau, paling mahal Rp 150.000 per bulan.

“Rusunawa itu untuk mereka yang tak punya rumah dan memang membutuhkan. Kalau punya mobil ya keliru. Pengelola rusunawa harus peka. Jangan-jangan nanti juga disewakan ke orang lain,” ujar Armuji, Kamis (2/4/2016).

Ia juga mengaku kaget, saat melihat ada lahan parkir disewakan di sisi Rusunawa Urip Sumoharjo Surabaya. Lahan parkir itu dikomersialkan dengan harga sewa Rp 350.000 per mobil per bulan.

Saat hendak meninjau kondisi rusunawa pertama yang berdiri di Surabaya itu, ia langsung diwaduli warga, kalau lahan parkir sisi kanan rusun itu kini disewakan.

"Ya ada mobil penghuni rusun dan banyak yang mobil warga kampung," kata salah satu petugas parkir.

Pantauan Surya, lahan parkir itu memang dijejali mobil dan motor. Ada belasan mobil parkir dan menginap di lahan parkir ini. Beberapa di antaranya terus ditutupi penutup mobil.

Informasi yang diterima, lahan parkir itu sebenarnya adalah fasilitas umum untuk parkir pengunjung food court atau sentra PKL Urip Sumoharjo.

Namun saat ini, lahan parkir itu bukan ditempati para pengunjung food court. Pengunjung bermobil malah memarkirnya di tepi jalan.

Yatim, salah satu penjual di food court Urip Sumoharjo menuturkan, mobil-mobil milik warga kampung banyak yang diparkir di lahan parkir itu. Pengunjung tak bisa parkir karena belasan mobil menumpuk di tempat itu.

"Tidak hanya warga Kaliasin, Kecamatan Genteng ini, yang menyewa lahan parkir. Juga ada warga kampung lain yang memarkir mobil. Ya maklum karena mereka menyewa per bulan," kata Yatim.

Menurut pengakuan para penjual di sentra PKL dan warga, lahan parkir itu selain disewakan, juga untuk parkir keluarga penghuni rusun yang sambang. Biasanya, keluarga penghuni rusun disambangi sanak saudara mereka.

Terpisah, Maria Theresia Ekawati Rahayu, Kepala Dinas Pengelolaan Tanah dan Bangunan (DPTB) Kota Surabaya, mengatakan, tidak ada larangan penghuni rusunawa punya mobil. Kenyataannya, saat ini, amat mudah memiliki mobil, dalam tiga tahun terakhir.

Tentunya warga penghuni akhirnya mampu beli mobil. "Tapi hasil pemeriksaan dan penertiban kami tidak banyak. Kalaupun banyak, ya itu tadi, lahan parkirnya dipinjam warga sekitar rusunawa yang biasanya gang-gang kecil, kemudian mobilnya dititipkan di halaman rusun," ujar Yayuk.(Nuraini Faiq/Sri Handi Lestari)

Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved